DLH Karangasem Kewalahan Tangani Sampah Perkotaan

dlh-karangasem-kewalahan-tangani-sampah-perkotaan
I Nyoman Tari
banner 120x600

IKUTI POLLING BUPATI KARANGASEM

Siapakah Pilihan Anda Untuk Bupati Karangasem Selanjutnya?

SIILAHKAN KLIK PILIHAN ANDA

View Results

Loading ... Loading ...

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Dinas Lingkungan Hidup Karangasem kewalahan dalam menangani sampah yang ada di perkotaan. Penerapan  Pergub Bali  terkait  pengelolaan sampah berbasis sumber yang belum optimal juga dinilai menjadi penyebab semua itu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Karangasem, I Nyoman Tari, ditemui Senin (4/9/2023) tak menampik hal itu. Dia mengatakan,   sosialisasi  dan  uji coba penerapan Pergub pengelolaan sampah berbasis sumber  sudah dilakukan sejak setahun lalu. Pergub ini juga ditindaklanjuti  Surat Keputusan Bupati  tentang pengelolaan sampah di wilayah perkotaan. “Hasilnya belum bisa maksimal, hanya beberapa persen saja yang mau memilah sampahnya sebelum dibuang ke TPS,” terangnya.

Sosialisasi SK Bupati tentang pengelolaan sampah di perkotaan, kata Tari, diikuti dengan pembongkaran sejumah tempat pembuangan sampah sementara (TPS),  khususnya yang ada di kawasan perkotaan.

“TPS kami bongkar dengan harapan agar warga mau memilah sampah sebelum dibuang, nyatanya masih banyak yang membuang sampah tanpa dipilah terlebih dahulu sehingga selama ini sampah organik maupun non organik yang diangkut membuat TPA Butus menjadi overload,” kata Tari.

Sementara itu, terkait pengelolaan sampah di TPA Butus,  Tari mengatakan, sejauh ini belum ada pengelolaan khusus. Selama ini, DLH Karangasem hanya memindahkan sampah dari perkotaan dibawa menuju ke TPA.

“Selama ini sampah di TPA hanya dipilah puluhan pemulung. Sedangkan dari kami sejauh ini memang tidak ada pengelolaan secara khusus,” ungkap Tari.

Tari mengatakan, sebelumnya beberapa investor sempat dikabarkan berminat untuk mengelola sampah – sampah yang menggunung di TPA Butus, Kecamatan Bebandem,  itu.  Hanya tidak lanjut terkait kerja sama antara Pemkab Karangasem dengan investor tersebut gabeng .

“Kalau tidak salah tahun 2022, sempat ada tujuh investor yang ingin mengelola sampah di TPA Butus, tetapi sampai sekarang tidak ada kabarnya, yang terakhir katanya sempat ada MoU dengan lima Kepala Desa, tapi tidak jelas kelanjutannya, padahal kita  sudah sangat welcome dengan mereka, ” pungkas Tari. (ger/dev/tio/bfn)