Edukasi Calon Bantara, Begini Pesan Kalaksa BPBD Karangasem

________________________________________________________________________________

KARANGASEM — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD ) Karangasem, goes to scool memberikan edukasi tentang kebencanaan kepada siswa. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pelajar mulai dari SD hingga SMA bisa memahami akan penanganan kebencanaan, sehingga mereka siap selamat dan siap untuk menyelamatkan orang.



Edukasi serupa juga dilakukan saat diundang dalam pelantikan calon Bantara (tingkatan Pramuka Penegak Red) Karangasem, di Wantilan Desa Tribhuana, Basangalas, Kecamatan Abang, Rabu (19/6/19). Sebagai narasumber di tengah-tengah pelantikan itu, Kepala Pelaksana BPBD Karangasem IB Ketut Arimbawa, mengajak calon Bantara terlibat aktif dalam penanggulangan bencana di Karangasem.

“Pramuka wajib tahu akan penanggulangan bencana, karena misi pramuka tak jauh beda dengan apa yang sudah dilakukan BPBD dan komunitas relawan kemanusiaan lainnya,” ucap IB Arimbawa dihadapan 50 orang Bantara Karangasem yang berasal dari SMA Negeri 1 Bebandem dan SMA Negeri 2 Amlapura,” ucapnya.

Kabupaten Karangasem, kata Arimbawa, merupakan daerah yang memiliki tingkat kerawanan paling tinggi di Bali. “Bukan saja rawan terhadap erupsi Gunung Agung, Karangasem juga sangat rawan dengan tanah longsor, tsunami dan gempa bumi,” jelas Arimbawa.

Menyikapi kondisi itu, pihaknya menghimbau agar calon Bantara Karangasem berperan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat terkait kebencanaan. Terpenting , kata dia dalam menghadapi situasi bencana langkah pertama adalah tidak panik.

“Penanggulangan bencana tidak semata-mata harus ditangani pemerintah saja, tapi penting adanya peran serta masyarakat termasuk para calon Bantara,” pungkasnya.

Sosialisasi dan edukasi kebencanaan dari BPBD Karangasem mendapat sambutan antusias dari calon Bantara. Usai kegiatan tersebut, para calon Bantara Karangasem berjanji akan meneruskan ilmu penanggulangan kebencanaan yang didapatkan kepada keluarga maupun para kerabat mereka. “Anak-anak sangat bersemangat, banyak pertanyaan muncul dan diskusi pun menjadi semakin mengalir,” pukas IB Arimbawa. (ger/tio)