KARANGASEM, Balifactualnews.com – Fenomena gerhana matahari Hibrid pada Kamis(20/4/2023) yang puncak gerhana terjadi pada pukul 11.55 Wita dan gerhana berakhir pada pukul 13.30 Wita itu menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Di Kabupaten Karangasem-Bali meski cuaca berawan, masyarakat setempat sangat antusias untuk menyaksikan fenomena langka tersebut dengan alat seadanya seperti kacamata yang dilengkapi filter, kamera handphone hingga kamera DSLR.
Salah satu masyarakat Karangasem yang mengabadikan fenomena gerhana Matahari Hibrid I Komang Aditya Suryawan(19) dengan kamera DSLRnya kepada media ini mengatakan, ia bersama temannya sengaja ingin menyaksikan dan merekam momen gerhana matahari itu dari ketinggian yakni puncak bukit.
“Menurut saya ini fenomea langka, jadi saya bersama kawan-kawan ingin mengabadikanya,” ujarnya singkat.
Baca Juga : Pegawai Kantor Samsat Karangasem Mencuri di 11 TKP
Seperti diketahui, fenomena gerhana matahari hibrid di Indonesia akan nampak berupa gerhana matahari total dan gerhana matahari sebagian yang dapat teramati dengan waktu yang berbeda-beda di setiap lokasinya.
Ada macam-macam tipe gerhana karena jarak bulan ke Bumi berubah-ubah. Orbit Bumi berbentuk elips, sehingga posisi bulan dapat berada di titik terjauh (apogee) atau terdekat (perigee).
Gerhana terjadi saat bulan berada di antara matahari dan Bumi. Pada saat bulan lebih dekat ke bumi, piringan bulan akan menutupi seluruh piringan matahari (yang ukurannya lebih besar namun lebih jauh dari Bumi) sehingga bayangan bulan atau umbra akan jatuh ke permukaan Bumi. Inilah yang disebut gerhana matahari total.
Pada saat bulan berada di titik terjauh dari Bumi, maka permukaan matahari tidak tertutup seluruhnya, menyisakan bagian luar yang menyerupai cincin. Namun ada saatnya kelengkungan Bumi turut berperan dalam menghasilkan dua jenis gerhana pada satu fenomena gerhana yang sama.
Baca Juga : Partai PKN Optimis Rebut Satu Kursi di DPRD Karangasem
Menurut sumber BMKG menyebutkan, gerhana matahari sebenarnya terjadi setidaknya satu kali dalam setahun, lokasinya selalu berpindah-pindah. Namun, khusus gerhana matahari hibrida, biasanya butuh waktu lama untuk terjadi lagi di wilayah yang sama.
Sebelum tahun 2023, gerhana matahari hibrida ini terakhir kali terjadi di wilayah yang sama pada abad ke-19 dan abad ke-20. Dan menurut perhitungan, matahari hybrid akan bisa dilihat di langit Karangasem lagi pada tahun 2049 mendatang. (ger/bfn)














