Utama  

Geng Rampok Rusia Diduga Kuat Bawa senjata SS1

banner 120x600

Denpasar – Dari empat pelaku perampokan asal Rusia, satu diantaranya berhasil kabur. Diduga kuat komplotan ini pelaku dari kasus perampasan senjata laras panjang SS1 milik anggota Brimob yang dirampas dalam kejadian tahun 2017.

“Magazen dan peluru ini diduga kuat punya anggota Brimob yang diambil di Hotel Ayana. Peluru kaliber 5,56 ini untuk senjata SS1. Dan anggota Brimobnya sudah kita minta lihat dan diakui seperti dengan dia bawa yang dirampas,” ungkap Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan, SI.k di Mapolresta Denpasar, Rabu (20/3).

Dipertegas Kapolres bahwa dugaan para pelaku perampokan money changer asal Rusia yang bernama Alexei Korrotkikh (44), Georgii Zhukov (40) dan Robert Haupt (42) serta salah seorang rekan mereka yang masih DPO merupakan pelaku perampasan senjata milik anggota Brimob di Hotel Ayana pada 8 Agustus 2017 lalu.

Pasalnya magazen serta 16 butir peluru yang ditemukan polisi di lokasi kejadian identik dengan milik anggota Brimob yang dirampas di Hotel Ayana.

Selain itu, hasil rekaman kamera CCTV di lokasi kejadian PT. Bali Maspin Tjinra terlihat seorang pelaku membawa senjata laras panjang yang identik dengan milik anggota Brimob di Hotel Ayana dalam kasus perampasan 2 tahun lalu.

Hanya saja penggeledahan di tempat kost mereka di wilayah Kedonganan tidak ditemukan senjata laras panjang itu. Diduga kuat, senjata itu masih dibawah kabur oleh rekan pelaku yang masih buron.

“Kemungkinan senjatanya dibawa oleh rekan mereka yang masih DPO ini. Untuk itu, anggota yang di lapangan kami minta untuk selalu berhati – hati karena diduga pelaku membawa senjata,” ujarnya.

Dari pengembangan kasus ini komplotan ini juga melakukan sejumlah perampokan di beberapa ATM dan Money Changer. Salah satunya juha yang di jalan Nakula. Para tersangka dijerat Pasal 365 ayat 2 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara. (ibu/tio)