KARANGASEM, Balifactualnews.com — Hari Raya Saraswati tak sekadar menjadi perayaan turunnya ilmu pengetahuan di Kecamatan Sidemen. Di momen sakral itu, sebuah babak baru pendidikan resmi dimulai.
Di hadapan masyarakat dan anak-anak yang duduk rapi dengan wajah penuh harap, Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata alias Gus Par, Sabtu (4/4), meresmikan penegerian TK Sidemen sebuah langkah yang bukan hanya administratif, tetapi juga simbol komitmen terhadap masa depan generasi muda.
Perjalanan panjang lembaga pendidikan ini bukan tanpa cerita. Sejak berdiri pada 1987, TK tersebut tumbuh dalam keterbatasan. Namun waktu membuktikan, ketekunan mampu mengubah arah.
Kini, wajahnya berubah.
Dengan anggaran rehabilitasi lebih dari Rp900 juta, bangunan sekolah tampil lebih layak, lebih aman, dan lebih ramah bagi tumbuh kembang anak. Ruang belajar yang dulunya sederhana, kini menjelma menjadi tempat yang memberi rasa nyaman sekaligus semangat belajar.
Di tengah peresmian itu, Bupati yang akrab disapa Gus Par menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini adalah fondasi utama pembangunan daerah.
“Momentum Saraswati ini bukan hanya seremoni, tapi pengingat bahwa investasi terbesar kita adalah pada pendidikan anak-anak. Penegerian TK Sidemen ini adalah komitmen kami untuk memastikan mereka tumbuh di lingkungan yang layak dan berkualitas,” ujar Gus Par.
Meski demikian, tantangan belum sepenuhnya usai. Keterbatasan lahan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan ke depan. Namun semangat untuk berinovasi tak boleh surut.
“Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti. Justru di situlah kita dituntut untuk lebih kreatif dan terus mencari solusi demi masa depan anak-anak Karangasem,” tegasnya.
Sejalan dengan itu, Bunda PAUD Kabupaten Karangasem, Ny. Mas Parwata, mengajak seluruh orang tua dan tenaga pendidik menjadikan semangat Saraswati sebagai pijakan dalam membentuk karakter anak.
“Hari Saraswati tidak hanya dipuja lewat doa. Ia hadir dalam wujud nyata sebuah sekolah negeri yang menjadi simbol harapan. Dari ruang-ruang kelas sederhana yang kini diperbarui, masa depan mulai ditulis. Dan dari sana pula, pemimpin-pemimpin Karangasem berikutnya perlahan dipersiapkan,” imbuh Nyonya Mas Parwata. (tio/bfn)













