Jelang IBTK di Pura Besakih, Gunung Agung Hembuskan Asap 500 Meter

Gunung Agung terpantau dari Bukit Asah, Desa Bugbug, Karangasem (foto bfn/Komang GR)

KARANGASEM—Sejak sepekan terakhir, Gunung Agung, Karangasem, Bali, terus menunjukkan aktivitasnya. Sehari menjelang puncak karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Besakih, Selasa (19/3/2019) pagi tadi, gunung dengan ketinggian 3.142 mdpl itu kembali menghembuskan asap dengan kolom abu 300-500 meter intensitas sedah dari puncak kawah.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Agung, I Dewa Mertayasa, melaporkan, dari pengamatan selama 5 jam terakhir, asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih.
“Secara seismik, aktivitas Gunung Agung masih didominasi oleh gempa-gempa dengan konten frekuensi rendah yang mencerminkan aktivitas di kedalaman dangkal berupa gempa hembusan dan sesekali terjadi gempa letusan,” ucap Dewa Mertayasa.

Dikatakan, kegempaan frekuensi tinggi yang mencerminkan peretakan batuan di dalam tubuh gunung api akibat pergerakan magma di bawah permukaan berupa gempa vulkanik dalam maupun vulkanik dangkal masih terekam dengan intensitas relatif rendah.

“Dominannya kegempaan dengan konten frekuensi rendah dibandingkan dengan konten frekuensi tinggi mencerminkan bahwa aliran fluida magmatik ke permukaan relatif lancar karena sistem cenderung terbuka,” jelas Dewa Mertayasa.
.
Tak hanya itu, secara penginderaan jauh, citra satelit termal mengindikasikan masih adanya hotspot (titik panas) di kawah Gunung Agung terutama pada bagian lava yang berbatasan dengan dinding kawah. Hal ini mengindikasikan masih adanya pergerakan fluida magma ke permukaan namun dengan laju rendah. Kubah lava di dalam kawah masih relatif tidak berubah dari periode erupsi 2017-2018 yaitu sekitar 25 juta m3 atau sekitar 40% dari volume kosong kawah.

“Dari analisis ini Gunung Agung masih berpotensi untuk terjadi erupsi baik secara eksplosif skala kecil (Strombolian maupun abu) maupun secara efusif (aliran lava ke dalam kawah),” jelasnya.
Sementara itu, erupsi kecil Gunung Agung pagi tadi tidak mempengaruhi umat Hindu di Bali untuk datang ke Pura Besakih, untuk ngaturah ayah terkait puncak Karya Ida Bhatara Turun Kabeh, Rabu (20/3/2019) besok.

Jero Mangku Darma, Pemangku di Pura Penataran Agung Besakih, mengatakan, sejak pagi tadi areal Pura Besakih sudah dipadati pemedek. Kendati ada hembusan, namun umat tetap khusyuk, ngaturang ayah.

“Tidak ada kerisauan, umat yang tangkil kesini semuanya khusyuk ngaturang ayah,” terang Mangku Darma. (tio)