________________________________________________________________________________
BADUNG – Wilayah Badung khususnya di lokasi ‘kampung turis’ secara kasap mata kebanjiran warga pendatang yang mencoba mengais dolar. Sayangnya justru berbanding terbalik dari data yang ada di Dinas Catatan Sipil Kabupaten Badung.
Dari data di catatan sipil Badung, jumlah penduduk yang terdaftar di kedinasan justru berkurang. Dimungkinkan banyak warga pendatang yang tinggal di Badung tetapi masih memegang identitas diri dari daerah asalnya.
Setidaknya, kabupaten terkaya di Bali ini tidak membuat warga di luar daerah berebut untuk tercatat sebagai warga dinas di Kabupaten Badung yang banyak memiliki program prorakyat seperti pendidikan dan kesehatan gratis, santunan kematian, tunjangan lansia di atas 72 tahun serta tunjangan penunggu pasien Rp 200.000 per hari.
Bahkan selain program Bedah Rumah di wilayah Badung dan di luar kabupaten di Bali. Juga memprogramkan untuk bedah warung.
Kadis Catatan Sipil Badung Nyoman Soka menyodorkan data bahwa pada tahun 2018, warga yang keluar Badung tercatat 3.562 orang. Sementara warga yang masuk ke Badung tercatat 3.392 orang.
“Pada 2018, artinya jumlah warga di Badung yang keluar lebih banyak dari yang masuk. Selisihnya lagi 170 orang yang keluar lebih banyak,” beber Soka, Selasa (21/5/19).











