Karangasem Desak Kedaulatan Anggaran, APBD Rp1,7 Triliun Dinilai Belum Cukup Dongkrak Pembangunan

karangasem-desak-kedaulatan-anggaran-apbd-rp17-triliun-dinilai-belum-cukup-dongkrak-pembangunan
Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa menyerahkan materi LKPJ Tahun 2025 kepada Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika dalam rapat paripurna DPRD Karangasem, Senin (6/4).

KARANGASEM, Balifactualnews.com — Rapat paripurna DPRD Karangasem, Senin (6/4), tak sekadar menjadi agenda formal penyampaian LKPJ 2025. Forum ini berubah menjadi ruang evaluasi tajam sekaligus penegasan arah pembangunan di tengah keterbatasan fiskal daerah.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Wayan Suastika bersama jajaran pimpinan dewan, dengan sorotan utama pada kinerja pemerintah daerah yang dinilai belum optimal akibat kapasitas anggaran yang terbatas.

Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa, yang membacakan pidato Bupati Karangasem, memaparkan bahwa pendapatan daerah tahun 2025 mencapai sekitar Rp1,7 triliun. Sementara itu, belanja daerah melampaui Rp1 triliun dan pembiayaan daerah berada di kisaran Rp168 miliar. Angka tersebut menunjukkan pergerakan positif, namun dinilai belum cukup kuat untuk mendorong percepatan pembangunan secara signifikan.

Di tengah keterbatasan itu, pemerintah tetap mencatat sejumlah capaian. Mulai dari penghargaan nasional di bidang bantuan hukum (Posbakum), peringkat dua nasional dalam pengelolaan JDIH (Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum), hingga apresiasi dari BNN dan pengakuan atas kualitas pelayanan publik. Kinerja organisasi perangkat daerah juga menunjukkan tren membaik, dengan RSUD meraih kategori sangat baik, serta

Dinas Sosial dan Disdikpora masuk kategori baik. Namun, capaian tersebut tidak membuat pemerintah berpuas diri. Dalam pidatonya, Wabup Pandu menegaskan pentingnya kolaborasi dan keterbukaan terhadap kritik. “Kami ingin membangun dengan kebersamaan. Kritik dari DPRD sangat kami harapkan sebagai pengingat agar kami tetap waspada dan tidak keluar dari jalur,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menyampaikan sikap tegas pemerintah daerah terkait kemandirian fiskal. “Kami tidak ingin Karangasem menjadi ‘pengemis’ dalam menentukan arah anggaran. Yang kami dorong adalah kedaulatan politik pembangunan antara Bali Timur dan Bali Selatan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Wayan Suastika menegaskan bahwa lembaganya akan mengoptimalkan fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan. “LKPJ ini bukan sekadar laporan, tetapi bahan evaluasi bersama. Kami di DPRD siap mengawal, mengkritisi, sekaligus mendukung program yang benar-benar berpihak pada masyarakat,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya mengesampingkan ego sektoral demi kepentingan yang lebih besar. “Sinergi yang sudah terbangun harus diperkuat. Jangan sampai ego sektoral justru menghambat langkah kita untuk membawa Karangasem ke arah yang lebih maju dan mandiri,” tandasnya.

Dengan nada yang kian tegas, rapat paripurna ini menegaskan satu pesan utama: Karangasem tidak ingin terus bergantung. Di tengah keterbatasan, daerah ini memilih memperjuangkan kedaulatan anggaran demi masa depan yang lebih mandiri dan berdaya saing. (tio/bfn)