KARANGASEM, Balifactualnews.com – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Karangasem memicu serangkaian kejadian tak terduga. Dalam dua hari berturut-turut, peristiwa berbeda terjadi di dua kecamatan, mengingatkan masyarakat akan tingginya potensi bahaya di tengah intensitas hujan yang meningkat.
Di Kecamatan Abang, bangunan wantilan di Pura Puseh Desa Tiyingtali mengalami kerusakan cukup parah setelah disambar petir saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut, Senin (6/4). Sambaran petir terjadi secara tiba-tiba dan menghantam bagian atap bangunan, menyebabkan sejumlah genteng berjatuhan dan merusak struktur atas wantilan.
Plt. Kalaksa BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, menjelaskan bahwa setelah menerima laporan dari pengempon pura, pihaknya langsung turun ke lokasi untuk melakukan assessment. Dari hasil pengecekan, tidak ditemukan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kerugian material ditaksir mencapai Rp 60 juta.
“Kerusakan terjadi pada bagian atap, beberapa genteng jatuh akibat sambaran petir. Beruntung tidak sampai memicu kebakaran,” jelasnya.
Sehari berselang, insiden lain terjadi di Kecamatan Manggis. Seorang warga, I Ketut Bajra (58), mengalami luka serius setelah tertimpa buah kelapa di sebuah ladang di Dusun Yeh Poh, Desa Manggis, Selasa (7/4) pagi sekitar pukul 09.00 WITA.
Kapolsek Manggis, Kompol Made Suadnyana, mengungkapkan kejadian bermula saat korban datang untuk menemui rekannya, I Ketut Sudana. Saat itu korban menunggu di lokasi karena rekannya masih memandikan sapi. Namun nahas, tiba-tiba buah kelapa kering jatuh dari ketinggian dan langsung menghantam kepala korban.
Benturan keras membuat korban terjatuh dengan kondisi mengalami pendarahan di bagian kepala dan hidung, bahkan sempat tidak sadarkan diri. Melihat kondisi tersebut, saksi langsung memberikan pertolongan dan membawa korban ke Klinik Penta Medika untuk mendapatkan penanganan medis awal.
“Korban mengalami cedera cukup serius di bagian kepala dan saat ini masih dalam penanganan. Rencananya akan dirujuk ke RSUD Klungkung untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Dua kejadian ini menjadi peringatan nyata bahwa potensi bahaya tidak hanya datang dari bencana besar, tetapi juga dari lingkungan sekitar yang terdampak cuaca ekstrem. Sambaran petir, pohon tumbang, hingga benda jatuh seperti buah kelapa menjadi risiko yang harus diwaspadai.
BPBD Karangasem pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras disertai angin kencang dan petir. Warga diminta menghindari berteduh di bawah pohon, menjauhi bangunan terbuka saat petir, serta memastikan lingkungan sekitar aman dari potensi bahaya. (tio/bfn)













