Karangasem Terancam Krisis 1.500 Guru

karangasem-terancam-krisis-1-500-guru
Kepala Dinas Pendidikan Karangasem, I Gusti Bagus Budiadnyana,

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Sinyal bahaya mulai menyala di sektor pendidikan Karangasem. Dinas Pendidikan memprediksi daerah ini akan menghadapi krisis serius tenaga pengajar dalam beberapa tahun ke depan, dipicu gelombang pensiun guru yang kian masif.

Kepala Dinas Pendidikan Karangasem, I Gusti Bagus Budiadnyana, mengungkapkan kekurangan guru sebenarnya sudah berlangsung lama, namun kini kondisinya makin mengkhawatirkan. Banyaknya guru yang memasuki masa pensiun membuat kekosongan tenaga pendidik semakin terasa di berbagai sekolah.

“Sekarang ini puncaknya. Guru yang pensiun sangat banyak, sehingga kekurangan makin nyata,” ujarnya, Selasa (7/4).

Upaya melalui pengangkatan PPPK dinilai belum mampu menjadi solusi. Pasalnya, skema tersebut hanya mengubah status tenaga kontrak menjadi PPPK, bukan menambah jumlah guru baru secara signifikan.

“PPPK itu bukan penambahan, hanya perubahan status. Jadi tidak berdampak besar terhadap kebutuhan riil guru,” tegasnya.

Jika tidak ada langkah cepat, Karangasem diprediksi akan mengalami kekurangan hingga sekitar 1.500 guru pada 2027–2028. Angka ini dinilai cukup untuk mendorong kondisi darurat di dunia pendidikan.

Di sisi lain, pemerintah kabupaten tidak memiliki kewenangan untuk merekrut CPNS guru. Seluruh keputusan berada di pemerintah pusat. Meski usulan telah diajukan ke Kementerian PAN-RB, hingga kini belum ada kepastian realisasi.

“Kami sudah usulkan, tapi belum ada jawaban pasti. Sementara kami juga tidak bisa lagi mengangkat tenaga kontrak,” jelasnya.

Mengantisipasi kondisi tersebut, Dinas Pendidikan mulai menjajaki kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi guna menghadirkan tenaga pengajar alternatif. Langkah ini diharapkan bisa menjadi solusi sementara di tengah keterbatasan kewenangan daerah.

Namun demikian, Budiadnyana menegaskan, jika kekurangan guru terus berlanjut tanpa solusi konkret, dampaknya akan langsung dirasakan pada kualitas pendidikan di Karangasem.

“Kalau guru kurang, kualitas pendidikan pasti ikut terdampak. Ini yang harus segera dicarikan jalan keluar,” tandasnya. (tio/bfn)