Kaum Difabel Berharap Pemerintah Bangun Akses Jalan Menuju Pura Agung Besakih

kaum-difabel-berharap-pemerintah-bangun-akses-jalan-menuju-pura-agung-besakih
Foto: Ketut Budiastra bersama istri dan anak balitanya usai sembahyang di Pura Penataran Agung Besakih.

KARANGASEM, Balifactualnews.com-Puluhan Shuttle Bus dan mobil boogie terlihat hilir mudik menjemput para pemedek yang hendak sembahyang ke Pura Agung Besakih dari fasilitas parkir di Terminal Kedungdung (Selatan Pura Dalem Puri) menuju fasilitas parkir Manik Mas. Tapi yang menarik, bagi pemedek yang membawa anak-anak, lansia dan penyandang disabilitas, langsung diantar sampai areal Pura dan diturunkan di areal Parkir Batu Madeg.

Tak hanya itu, mobil boogie (mobil listrik) yang disiapkan di kawasan Parkir Manik Mas juga tak kalah sibuknya. Para penumpang yang diangkut kebanyakkan para orang tua yang membawa anak balita dan lansia.

“Kami sangat berterimakasih sama Bapak Gubernur Wayan Koster dan Bapak Presiden Joko Widodo. Penataan kawasan suci Pura Agung Besakih yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas, sangat memudahkan kami untuk sembahyang menuju pura,” kata Ketut Budiastra (37), ditemui di sebuah gang menuju Pura Penataran Agung Besakih, Minggu (9/4).

Penyandang disabilitas asal Kedewatan, Ubud, Kabupaten Gianyar, sembahyang ke Pura Agung Besakih serangkaian Ida Bhatara Turun Kabeh, bersama istri dan seorang anaknya yang masih belita, yang juga sama-sama menyandang disabilitas. Tiba di parkiran Batu Madeg, keluarga cacat fisik ini sembahyang ke Pura Penataran Agung dengan menggunakan kursi roda.

Budiastra dan istrinya sangat bersyukur ada penataan kawasan suci Pura Besakih tersebut, terlebih adanya fasilitas shuttle bus dan boogie, Budiastra bersama istri dan anaknya bisa dengan mudah sembahyang ke Pura Agung Besakih.

“Sampai parkiran Manik Mas, saya sangat terharu dan ingin menangis. Fasilitas parkir kendaraan sangat mewah. Para pedagang juga sudah ditata dengan rapi dan areal Pura Agung Besakih sekarang bersih dari lapak pedagang kaki lima,” ucapnya.

Sebagai keluarga penyandang disabilitas, Budiastra berharap, kedepan pemerintah bisa membangun akses jalan untuk kaum difabel menuju Pura Agung Besakih. Dengan dibangunnya fasilitas tersebut, kata Budiastra, kaum difabel akan sangat terbantu dan tidak susah payah naik turun tangga dengan kursi roda menuju pura.

“Penataan yang sekarang sudah amat sangat bagus, tapi kami berharap Bapak Gubernur Wayan Koster bisa menyediakan fasilitas jalan kaum difabel untuk sembahyang menuju pura,” pungkas Budiastra. (tio/bfn)