KARANGASEM,Balifactualnews.com—Pembagian jaspel (jasa pelayanan) yang dilakukan managemen RSUD Karangasem, menjadi sorotan Komisi IV DPRD, menyusul timpangnya pebagian prosentase penerimaan Jaspel antara dokter, manageman, apoteker dan jaspel yang didapatkan paramedis.
Sorotan itu diungkapkan langsung Ketua Komisi IV DPRD Karangasem I Nyoman Rena usai bertemu dengan beberapa perawat dan tenaga para midis lainnya di UGD RSUD, Senin (31/5/2022), lalu.
Rena turun ke RSUD Karangasem bersama anggota Komisi IV lainnya, sperti Kadek W Kusmiadewi, Ni Kadek Sri Dewi Wahyuni, I Nyoman Mardana Wimbawa, Ketut Susinta dan Ketut Mangku, dalam rangka monitoring pelayanan pada rumah sakit berstatus BLUD tersebut, sesua rencana kerja yang sudah disusun sebelumnya.
“Kami sangat kaget mendengar adanya ketimpangan pembagian jaspel yang manajemen RSUD Karangasem. Ini harus segera dibenahi,” ucap politisi partai Golkar asal Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, kepada balifactualnews.com, usai kegiatan.
Senada dengan Rena, Kadek W Kusmiadewi, juga sering mendapatkan keluhan terkait ketimpangan pembagian jaspel tersebut. Mirisnya lagi, jaspel yang didapatkan itu harus dipotong 1 persen untuk iuran membayar tunggkan pasien BPJS yang di rawat di rumah sakit.
“Ketimpangan dalam pembagian jaspel, akan berpengaruh pada pelayanan yang ada di rumah sakit. Managemen RSUD Karangasem mesti transfaran dalam pembagian jaspel ini,” ucap politisi yang juga Pendekar Pencak Silat sabuk ban hitam itu.
Sebelumnya salah seroang perawat, menuturkan, kesenjangan dalam pembagian Jaspel itu bagaikan bumi dan langit. Dia mencotohkan, antara manajemen dengan para medis dan perbedaannya sangat jauh. Apalagi kalau dibandingkan dengan medis yang bisa menerima Jaspel hingga puluhan juta.
“Kalau paramedis seperti kami ini jaspel yang diterima tak lebih dari Rp 1 juta, malahan bisa kurang dari itu. Sedangkan, manajemen, apoteker dan tenaga medis jauh diatas jaspel yang kami terima. Bisa sepuluh kali lipat,” tendas salah seorang tenaga para medis salah satu poliklinik yang tidak mau disebutkan namanya.
Kabag TU RSUD Karangasem, I Komang Sudiatmika, usai menerima rombongan Komisi IV mengatakan, bahwa pembagian jaspel sudah sesuai dengan kesepakatan para pegawai yang dikoordinir masing-masing koordinator.
“Baik manajemen, apoteker dan paramedis pembagiannya sama. Jaspel paramedis menjadi kecil karena pembaginya banyak,” tandasnya. (ger/bfn)













