Kondisi Lombok Telah Pulih, Mas Sumatri Ajak Media Study Ke Mataram


KARANGASEM, Balifactualnews.com Media sangat berperan penting dalam penyebarluasan berita. Media juga berperan untuk menangkal berita hoax dan tampil untuk meluruskan kejadian yang sebenarnya. Untuk itu pemerintah Kabupaten Karangasem ajak media melaksanakan studi komparasi ke kantor Walikota Mataram, Selasa (26/11/19).

Mas Sumatri mengatakan jika studi kali ini semoga dapat memberikan masukan terhadap apa yang perlu dikembangkan di Karangasem. Dengan adanya kunjungan ini pastinya akan memberikan kesan akan kemajuan dalam pembangunan tatanan pemerintahan serta sistem kerjasama antara pemerintah setempat dan media.



Sejak dahulu hingga sekarang Lombok dan Karangasem memiliki keakraban yang sangat erat. Tak banyak warga Karangasem yang hidup dan menetap di Lombok. Mereka hidup berdampingan dengan rukun. Begitu juga sebaliknya warga Lombok yang ada di Bali khususnya Karangasem.

“Semoga keakraban ini terus berlanjut. Begitu pula apa yang berkembang di Lombok dapat ditiru dan dikembangkan di Karangasem,” ujar Mas Sumatri.

Sementara itu, Sekda Mataram, Dr.Ir Haji Effendi Eko Saswito, MM, mengaku merasa terhormat di kunjungan Bupati Karangasem. Dengan adanya pengunjung ke lombok ini menunjukan kepada masyarakat luar jika Lombok telah pulih dari bencana gempa yang sempat mengguncang dan membuat takut para pengunjung, namun saat ini Lombok telah mulai pulih. Dengan adanya kunjungan ini kita dapat bertukar pikiran dalam memajukan tatanan pemerintahan yang membutuhkan peran media sebagai penyebar luas berita.



“Tanpa media apa yang dilakukan pemerintah tak akan bisa tersebar sampai ke masyarakat yang ada di pelosok,” ujarnya.

Sementara itu Asisten I Setda Mataram, Lalu Mertawang menyatakan jika pihaknya dengan para awak media memiliki hubungan yang romantik. Karena informasi yang diberikan harus paling obyektif dan harus bisa dipertanggung jawabkan. Strategi dalam membasmi hoax di NTB yang pengguna medsosnya tiga kali lebih dari jumlah penduduknya dengan kita harus antisipasi secara bersama. Masyarakat juga jangan terlalu cepat merespon, arif dalam membaca fenomena agar tidak termakan hoaxs. Selain itu peran aparat juga tidak dapat dilepaskan. (ani/ger)