Membanggakan, Muaythai Bali Raih 4 Emas Kejurnas

membanggakan-muaythai-bali-raih-4-emas-kejurnas
Salah seorang atlet peraih emas Kejurnas, Agung Marsel Neo (kiri). Foto : bfn/ist

DENPASAR, Balifactualnews.com – Cabang olahraga (cabor) beladiri Muaythai Bali kini berkilau. Bagaimana tidak, baru saja dipertandingkan secara resmi dalam pada Porprov Bali XV/2022, Muaythai Bali langsung menyabet 4 medali emas meski hanya 8 atlet yang dikirimkan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Muaythai Indonesia di Provinsi Banten.

Menurut Ketua Umum Pengkab MI Klungkung I Komang Suprapta, sementara ini MI Bali masih menyabet 4 emas dan 1 perunggu dan pertandingan masih berjalan dan ada atlet Bali yang belum bertanding di final nanti.
“4 Emas dan 1 perunggu tersebut dipersembahkan atlet asal Klungkung, sedangkan 2 atlet lainnya kalah di penyisihan dan 1 atlet dari kabupaten Karangasem masih menunggu untuk main di final. Mudahan bisa memberikan tambahan emas buat Bali,” kata Komang Suprapta saat dihubungi, Rabu (21/12/2022).
Diakui pria yang juga pengurus KONI Klungkung itu, 2 atlet yang kalah masih memiliki potensi kedepannya, karena mereka kalah dalam seleknas Sea Games. Kedua atlet ini masih sangat muda, dan memiliki karier yang panjang. Sedangkan perolehan medali emas menunjukkan tim pelatih Bali yang terdiri dari Iwan Setiawan, Yoga Pranayama dan Hery Winata dimana cukup baik dalam menggembleng para atlet ini.

Atlet-atlet yang memperoleh medali emas disebutkan Komang Suprapta yakni Della Antari, Dimas Setiawan, I Wayan S Yoga, Agung Marshel Neo, sedangkan yang sedang menunggu giliran main di final adalah I Kadek Buana. Sedangkan peraih medali perunggu adalah Wayan Wiswa yang sempat meng KO lawannya saat babak penyisihan.

Komang menambahkan dengan peta dari Kejurnas ini menunjukkan Bali memiliki posisi tawar pada saat Pra Pon nanti di solo. Tentunya Pengprov MI Bali yang akan menentukan siapa yang akan dikirim mewakili Bali diajang multievent nanti.

Hal senada juga diutarakan salah seorang pelatih yang mendampingi di Banten yakni Made Yoga Pranayama. “Dalam persiapan kejurnas ini kami tidak forsir latihan mereka. Hanya maintenance serta pendalaman teknik karena persiapan atlet sudah dilakukan sebelum Porprov Bali,” terang Yoga Pranayama.

Menariknya, dari kejurnas ini karena ajang pemetaan sebelum melangkah ke event yang lebih penting yakni Pra-PON. Di Kejurnas Banten tersebut diakui Yoga banyak turun fighter-fighter nasional yang merupakan prospek untuk Pra-PON itu sendiri. Bahkan dua kelas yang diikuti Bali, merupakan seleksi nasional dan Bali mampu berbicara banyak dengan raihan satu perak itu. “Prestasi ini akan kami sampaikan ke Pengprov MI Bali dan dari sini dapat dirancang program selanjutnya yakni pembentukan tim Pra-PON,” tutup Yoga. (ena/bfn)