Meresahkan, Aksi Penghadangan di Jembatan “Shortcut”


BULELENG, Balifactualnews.com – Aksi penghadangan menimpa Jro Sandi (48) warga Dusun Perenan Bunut, Desa Gitgit, Sukasada pada tanggal 16 Januari 2020 pukul 02.00 wita saat melintas di jembatan “Shortcut” titik 5 dan 6 Desa Pegayaman, Sukasada. Saat itu, korban kaget di hadang tiga sepeda motor. Korban sempat hendak berhenti, namun melihat gelagat anak muda sekitar 10 orang, Jro Sandi bersama istri langsung tancap gas. Bahkan salah satu sepeda motor yang menghadang kena serempet dan korban bersama istri selamat sampai di rumahnya.

Kapolsek Sukasada, Kompol Nyoman Landung saat dikonfirmasi Selasa (21/1/20) menyebut memang ada laporan warga yang khawatir dengan gelagat orang-orang di jembatan “Shortcut”, mengingat daerah atas km 16/17 sudah pernah terjadi pelemparan mobil.

“Kita sudah cek, mungkin karena trauma dengan kasus pelemparan mobil sebelumnya sehingga yang bersangkutan was-was,” ucapnya.

Dia pun sudah mengecek anggotanya di bagian lalu lintas, tidak ada laporan kecelakaan atau pun penghadangan.”Kalau penghadangan mungkin terlalu ekstrim, yaa mungkin masih trauma saja,” imbuhnya. Sementara itu, pantauan di jembatan “Shortcut” sore nampak sejumlah pengendara motor dan mobil berhenti untuk menikmati pemandangan atau sekedar merokok menghilangkan penat. Terlihat juga sejumlah pemuda asal Pegayaman yang nongkrong di jembatan dengan memarkir sepeda motornya tanpa memakai helm.

“Yaa kita nongkrong-nongkrong saja, kalau soal penghadangan saya nggak tahu,” ucap seorang dari mereka.
Mereka pun mengaku datang ke Jembatan setelah tahu ada berita penghadangan di jembatan “Shortcut”.

Polsek Sukasada pun melakukan patroli rutin untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.”Kita rutin menggelar patroli untuk mengantisipasi trek-trekan ataupun hal-hal yang tidak diinginkan. Kita juga sudah koordinasi dengan pihak kontraktor, karena saat ini masih tahap pemeliharaan sehingga kondisi jalan masih belum finish seratus persen,” tutupnya. (sri/ger)