Miliki Bukti Baru Dugaan Korupsi Masker, Penyidik Kejari Karangasem Periksa Empat Kadus Desa Antiga Kelod

Kadus Bengkel Desa Antiga Kelod, I Ketut Darma Saat Diperiksa Penyidik Kejari Karangasem.

KARANGASEM, Balifactualnews.com —Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Karangasem memeriksan empat Kadus Desa Anriga Kelod, Kecamatan Manggis Karangasem, menyusul ditemukannya bukti baru dalam dugaan korupsi masker Scuba Dinas Sosial Karangasem, yakni masker scuba senilai Rp 2,9 miliar itu dibagi-bagikan ke masyarakat saat tahapan kampanye Pilkada Karangasem.

Penyidik Kejari Karangasem juga sudah memeriksa pejabat dari KPU dan Bawaslu Karangasem sesuai petunjuk dari jaksa peneliti, Pemeriksaan dilakukan karena masker scuba Dinas Sosial baru disebar kepada masyarakat saat tahapan-tahapan Pilkada Karangasem dimulai. Dan Bawaslu Karangasem sudah menyerahkan berkas tambahan yang dibutuhkan penyidik, pada Kamis (13/1/2022).

Dikonfirmasi, Ketua Bawaslu Karangasem Putu Gede Suastrawan membenarkan pihaknya sore hari ini menyerahkan berkas yang diperlukan ke penyidik. “Berkas yang diperlukan sudah kita serahkan ke penyidik, sore ini” terangnya.

Penyerahan berkas dokumen tahapan Pilkada itu dari Bawaslu tersebut dibenarkan Kasi Intel Kejari Karangasem IDG Semara Putra SH. Semara Putra menambahkan, selain meminta keterangan dari Bawaslu dan KPU Karangasem, penyidik, juga memeriksa 4 orang Kepala Dusun (Kadus) di Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis. Dalam pemeriksan tersebut, empat Kadus Desa Antiga Kelod yang diperiksa penyidik, yakni Kadus Pengalon I Made Widia dan Kadus Bengkel I Ketut Darma, Kadus Yeh Malet I Nengah Sarianta dan Kadus Pangitebel I Gede Darma.

“Dari pemeriksaan mereka mengaku menerima masker scuba dari petugas Kecamatan Manggis saat tahapan kampanye Pilkada Karangasem 2020. Pengakuan ]empat orang kadus Antiga Kelod tersebut, masker itu diserahkan kepada masyarakat saat kampanye. Mereka juga mengatakan masker yang dibagikan itu kualitasnya kurang bagus,” imbuh Semara Putra.

Ditamabahkan Semara Putra, terungkap masker scuba itu diserahkan petugas kantor Camat Manggis setelah Perbekel Desa Antiga Kelod tidak mau mengambil ke Kantor Kecamatan Manggis hingga batas waktu yang ditentukan. Merasa pembagian masker di empat dusun tersebut molor, pihak pegawai kecamatan lantas mengantarkannya ke kantor Desa Antiga Kelod, dan mendesak agar masker itu didistribusikan ke masyarakat.

“Karena terus di desak agar segera mendistribusikannya kepada masyarakat, empat Kadus itu mau menyebarkan masker scuba Dinas Sosial saat tahapan kampanye,” terang Semara Putra. (ger/bfn)