KARANGASEM, Balifactualnews.com — Pemerintah Kabupaten Karangasem kembali melakukan penyegaran birokrasi melalui mutasi terhadap 65 pejabat struktural, Selasa (31/3) di Wantilan Saba Prakerthi, Kantor Bupati Karangasem.
Mutasi ini melibatkan tiga pejabat tinggi pratama, 25 pejabat administrator, serta 37 pejabat pengawas.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa, Sekda I Ketut Sedana Merta, Ketua DPRD I Wayan Suastika serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Karangasem.
Sejumlah pergeseran jabatan strategis terjadi dalam mutasi kali ini. Made Agus Budiasa dipercaya mengemban jabatan baru sebagai Asisten II Bidang Perekonomian (sebelumnya kadis PMD), sementara Ida Bagus Ketut Arimbawa ditunjuk sebagai Asisten I Bidang Pemerintahan sebelumnya (Kepala BPBD).
Di sisi lain, I Nyoman Tari dimutasi menjadi Staf Ahli. Promosi juga diberikan kepada Ni Made Swastiningsih yang kini menjabat Sekretaris Bappeda Karangasem yang sebelumnya menjabat sebagai Kabid Rekonstruksib dan rehabilitasi BPBD. Rotasi turut terjadi pada sejumlah posisi penting lainnya di berbagai OPD.
Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata dalam arahannya menegaskan bahwa mutasi bukan sekadar pergeseran jabatan, melainkan bagian dari strategi memperkuat kinerja pemerintahan. Ia menekankan lima poin utama yang harus menjadi pedoman para pejabat, yakni keberanian berinovasi, membangun lingkungan kerja yang demokratis dan humanis, memperkuat kolaborasi dan sinergi lintas sektor, menjadi teladan dalam disiplin, serta bekerja secara cermat dan profesional.
“Mutasi ini adalah momentum untuk meningkatkan kinerja. Jangan hanya bekerja secara rutinitas, tetapi harus mampu melahirkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat,” tegas pria yang akrab disapa Gus Par itu.
Lebih lanjut, Bupati Parwata juga mengingatkan pentingnya integritas dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas. Menurutnya, keberhasilan birokrasi sangat ditentukan oleh komitmen aparatur dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas.
Meski demikian, mutasi kali ini masih menyisakan kekosongan jabatan pada tiga OPD, yakni Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Lingkungan Hidup. Pemerintah daerah memastikan pengisian jabatan tersebut akan segera dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.
Menutup arahannya, Bupati kembali menegaskan komitmen perubahan di tubuh birokrasi. “Saya ingin seluruh pejabat bekerja dengan hati, menjaga integritas, dan benar-benar hadir untuk masyarakat. Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan kita adalah kepercayaan publik,” pungkasnya. (tio/bfn)













