Pasutri di Desa Ababi Tarung Pilkel, Begini Ceritanya

Pasangan suami istri (Pasutri) yang bertarung untuk pilkel desa Ababi, Kecamatan Abang Karanagsem, I Wayan Siki dan Ni Nengah Suniartini.

KARANGASEM, Balifactualnews.com -Dunia politik memang penuh cerita, tak terkecuali pada hajatan pemilihan perbekel (pilkel) serentak yang puncak pemilihannya pada 21 Mei mendatang. Selain ada juga di desa lain, pasangan suami istri (pasutri) yang bertarung dalam memperebutkan jabatan kepala desa juga terjadi di desa Ababi Kecamatan Abang, Karangasem. Adalah sang incumbent I Wayan Siki(50) yang akan berhadapan dengan Ni Nengah Suniarniti istrinya sendiri.

Usut kali usut, majunya Ni Nengah Suniarniti bukanlah benar-benar untuk bertarung memperebutkan jabatan, melainkan hanya sebagai pendamping.”Saya tidak ada ambisi sedikitpun untuk bertarung melawan suami sendiri dalam piklel ini, saya hanya mendampingi bapak saja,” ucap Suniarniti Senin (16/5/2022).

Lalu bagaimana ceritanya sampai pasutri tersebut bertarung head to head. Begini penelusuran media ini seperti yang diceritakan I Wayan Siki, calon perbekel nomor urut satu desa Ababi. Dikatakannya, ketika dibukanya pendaftaran calon tahap pertama sampai penutupan, tidak ada satupun calon yang mendaftarkan diri yang akan bertarung dengannya nanti. Karena tidak ada yang mendaftar, dirinya pun tidak langsung menyuruh istrinya untuk mendaftar, akan tetapi diadakan perpanjangan waktu untuk mendaftarkan calon.

“Karena hingga penutupan pendaftaran belum ada lagi calon lain yang ikut mendaftar, ya agar tidak terjadi calon tunggal saya menyampaikan kepada istri untuk mengurus surat surat pendaftaran calon setelah diadakan perpanjangan,” ujar Siki.

Setelah itu lanjut suami Ni Nengah Suniarniti ini,pasca dibukanya waktu perpanjangan muncullah calon lain. Melihat ada calon lain yang muncul, istrinya lantas mengundurkan diri. Namun pada saat penetapan calon, tiba tiba calon lain tersebut juga ikut mengundurkan diri. Sempat membuat bingung panitia karena kedua calon lain mundur, Suniartini disuruh membatalkan untuk mundur.

Hal itulah yang menyebabkan terjadi head to head suami istri dalam ajang pemilihan kepala desa di desa Ababi. Bahkan Suniartini yang ditetapkan sebagai calon nomor urut 2 tidak akan melakukan kampanye apapun. Dirinya hanya mendampingi suaminya saja agar tidak terjadi calon tunggal.

Ditanya terkait keinginan untuk maju kembali dalam pilkel kali ini, sedari awal incumbent I Wayan Siki mengatakan sebenarnya tidak ada ambisi. Kepercayaan yang diembannya sebagai perbekel saat masih menjabat adalah semata mata untuk berjuang dalam memajukan desa Ababi.

“Di desa Ababi terdiri dari 12 Banjar Dinas, saya berusaha maju kembali untuk nyalon selain karena tidak ada calon lain yang muncul, kepercayaan yang diberikan kepada saya, saya gunakan hanya untuk mengabdikan diri kepada desa. Saya akan berusaha untuk melanjutkan program program yang belum sempat direalisasikan,” pungkas Siki. (ger/bfn)