Pelinggih Sanggah Kemulan, Ambrol Tergurus Air Hujan di Manggis

banner 120x600

 

Bangunan Pelinggih Sanggah Kemulan  milik  I Nyoman Janu Arianta di Banjar Dinas Belong, Desa/ Kecamatan  Manggis  ambrol tergerus air huhan.

KARANGASEM, Balifactualnews.com-Hujan lebat yang disertai angin kencang yang mengguyur  sebagian wilayah Kabupaten Karangasem, Bali sejak Minggu (3/1/21) hingga Senin (4/1/21), memunculkan bencana  pohon tumbang dan tanah longsor hingga membuat bangunan (pelinggih) Sanggah Kemulan milik warga ambrol.

Sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa   terkait bencana itu, kendati demikian kerugian  materiil yang dimunculkan  diperkirakan cukup tinggi, karena  bencana akibat hujan lebat itu terjadi di beberapa  kecamatan dari 8 kecamatan yang ada di Karangasem.

Di Kecamatan Manggis, sebuah bangunan pelinggih Sanggah Kemulan milik I Nyoman Janu Arianta,  warga asal  Banjar Belong, Desa Mangis, ambrol diterjang derasnya curah hujan. Bukan hanya itu, tembok penyengker Sanggah Kemulan juga ikut tergerus.

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa, dikonfirmasi, Senin (4/1/21) siang tadi membenarkan hal itu. Dia mengatakan, bangunan Sanggah Kemulan milik  salah seorang warga Belong  itu amblas tergerus air hujan  luasnya mencapai 8 meter.

“Bangunan yang  ambrol tergerus air hujan berupa pelinggih Sanggah Kemulan, pelinggih Surya, Ngerurah dan  pelinggih Rong Dua juga ikut tergerus. Kerugian mencapai puluhan juta,” terang  pejabat familiar ini.

Selain menjebolkan bangunan Sanggah Kemulan milik  I Nyoman Janu Arianta, hujan deras  yang disertai angin kencang juga membuat  rumpun pohon bamboo tumbang di Kecamatan Bebandem dan longsor hingga menuntup akses jalan di  jalan raya Tribuana, Kecamatan Abang.

Material longsoran yang cukup parah, membuat petugas kesulitan untuk melakukan penanganan  secara manual. “Mempercepat akses jalan normal kembali, pembersihan  material longsoran kita menggunakan alat berat dan armada Damkar untuk membersihkan sisa material. Ini kita lakukan agar kondisi jalan tidak lincin,”ucapnya.

Sementara itu, tingginya intensitas curah hujan yang  mulai turun belakangan ini, pihak BPBD Karangasem menghimbau  agar masyarakat selalu waspada dan berhati-hati dalam menghadapi musim hujan seperti sekarang ini.

“Kita sudah layangkan surat imbauan ke masing-masing desa, termasuk camat  untuk selalu mengingatkan warganya  agar tetap waspada dan berhati -hati saat memasuki musim hujan. Kita juga sudah mengeluarkan larangan kepada masyarakat agar  tiak mendekati daerah pepohonan, tebing yang berpotensi terjadi longsor,” tandas Ida Bagus Ketut Arimbawa. (ger/tio/bfn)