
KARANGASEM, Balifactualnews.com Gubernur Bali Wayan Koster bersama beberapa pejabat, Kamis (7/11/19) datang ke pura Besakih. Kedatangan gubenur kali ini juga bersama seorang arsitek yang bernama Komang Popo Priatna Denis. Pria asal Singaraja ini yang membantu Koster dalam menggambar penataan kawasan suci Besakih utamanya masalah palemahan.
Guna terwujudnya penataan tersebut beberapa lahan warga akan dibebaskan. Tak hanya itu ada juga rumah beserta warung warga yang terkena. Sehingga pembebasan lahan ini menjadi pembahasan yang cukup krusial.
Warga Besakih umumnya bisa menerima penataan kawasan suci yang ditawarkan gubernur. Hanya saja sebagian masyarakat masih mempertanyakan soal ganti rugi yang akan mereka dapatkan. Mereka akan menerima penataan tersebut jika ganti rugi lahan milik mereka sesuai dengan yang diharapkan.
Sosialisasi awal terkait penataan ini telah dilakukan 30 Oktober lalu. Hal tersebut juga telah dimuat di website Pemprov Bali, Pemkab Karangasem. Bahkan juga telah di tempel di beberapa kantor seperti Kantor Gubernur Bali, Pemkab Karangasem, Camat Rendang dan Perbekel Besakih.
“Ini tugas Pemprov Bali makanya telah dibentuk tim pengadaan tanah,” ujar Koster.
Sosialisasi tersebut dihadiri warga Besakih yang tanahnya dan warungnya kena gusur. Sebagian besar warga setuju dengan usulan Koster. Dan mereka pun bersedia untuk pindah asal toko, warung dan lahan milik mereka diganti.
Namun ada beberapa warga yang enggan pindah terutama yang ada di kawasan bencingah. Sebab mereka sudah menetap lama disana bahkan telah memiliki rumah, sanggah dan juga warung untuk menunjang kehidupan mereka. Selama ini penghasilan dari warung yang mereka miliki bisa digunakan untuk menyekolahkan anak anak mereka.
Sosialisasi itu juga dihadiri beberapa tokoh masyarakat Besakih seperti sejumlah Jro Mangku, Bendesa adat Besakih Jro Mangku Widiartha dan juga Ketua Manajer Operasional Pengelelola kawasan Besakih Mangku Ngawit.













