Pilkel Serentak di Karangasem, 16 Incumbent Tumbang

I Gede Diatmaja SS.n, calon newcomer Pemilihan Perbekel Desa Bugbug, yang berhasiil menjungkalkan calon petahana Drs I Gede Suteja, dengan  torehan suara 71 persen  

KARANGASEM, Balifactualnews.com—Pimilihan Perbekel pada 51 Desa di Kabupaten Karangasem, memunculkan banyak kejutan.  Dari 41 Incumbent yang  kembali tampil mempertahankan tongkat kepemimpinannya, 16 diantaranya tumbang, dalam Pilkel yang berlangsung, Sabtu (21/5/2021).

Di Kecamatan Karangasem , dua incumbent yang diyakini akan kembali bisa meraih tapuk pimpinan, ternyata hasilnya jauh meleset.  Pilkel Desa Bugbug,  misalnya. Pertarungan head to head antara  Drs I Gede Suteja dengan  I Gede Diatmaja SS.n,  menorehkan sejarah baru  dalam konstelasi politik disana.

Kemenangan telak calon yang diusung Jro Kawanan  itu, semakin mengukuhkan pamor  Diatmaja  dalam menapaki tongkat kepemipinan di Desa Bubug. Diatmaja unggul 71% (4401 suara) atas rivalnya Gede Suteja (Jro Kanginan) yang mampu membukukan 1781 suara (29%).

Masih di Kecamatan Karangasem, calon incumbent di Desa Seraya Tengah, I Nyoman Suardana  juga tumbang dalam menghadapi serangan calon newcomer I Wayan Dandri. Dari tiga calon yang tampil dalam kontestasi itu, Dandri  unggul 39 % (2,486 suara) dari incumbent  Nyoman Suardana yang hanya bisa membukukan suara 35 %  (2,257 suara) sedangkan  calon newcomer lainnya, yakni I Nengah Dugdug  berhasail mencatatkan torehan suara 26 % atau 1.654 suara.

Di Kecamatan Manggis, tiga calon petahana (incumbent )  di tiga desa, yakni Desa Ngis, Nyuhtebel  dan Desa Padangbai juga tumbang.  Di Desa Ngis, Incumbent I Made Parwata yang dijagokan kembali akan memegang tongkat kepemimpinan ternyata berhasil dijungkalkan I Ketut Catur Mertayasa.  Sebagai calon yang membawa misi perubahan  dengan basis masa kalangan anak muda, pergerakan Catur Mertayasa,  sejak awal sudah diremehkan para rivalnya. Selain Parwata dia juga diremehkan calon perbekel anyar I Nyoman Mudana.

Dalam pertarungan itu, Catur Mertayasa unggul 22 suara dari incumbent dan berhasil merebut suara  masyarakat sebanyak  585 suara. Sedangkan Parwata dan Mudiana  masing-masing  mendapatkan  563 suara dan 257 suara.  Keberhasilan  Ketut Catur Mertayasa memenangkan Pilkel di Desa Ngis, merupakan kejutan. Pasalnya sebagai calon paling muda keberadaan tidak pernah diperhitungkan para rivalnya.

“Astungkara, semua ini atas kehendak Ida Sasuhunan dan kenginan masyarakat Desa Ngis,” ucap pria yang akrab disapa Ketut Kapal itu.

Di Desa Nyuhtebel, Kecamatan Manggis, calon petahana  Ir I Ketut Mudra,  juga kalah telak dari calon newcomer Drs I Ketut Suadnyana, MM.  Pertarungan untuk mempertahankan tahta kepemimpinannya itu, Mudra hanya mampu meraup suara masyarakat sebanyak 519 suara sedangkan Suadnyana unggul dengan torehan 1.216 suara.

Kekalahan calon petahana di Kecamatan Manggis berlanjut di Desa Padangbai, calon pendatang baru perempuan Ni Wayan  Suparwati Surya Dewi berhasil menghempaskan calon petahana  Wayan Sudiarta dengan kemenangan tipis, yakni 852 suara melawan 846 suara.

Di Kecamatan Abang, calon petahana kalah di empat Desa, yakni, Desa Pipid, Desa Purwa Kerthi, Laba Sari dan  Desa Nawa Kerthi.  Sementara itu, di Kecamatan Kubu, tiga incumbent tumbang dalam suksesi Pilkel serentak tersebut, yakni yakni Desa Baturinggit,  Desa Tianyar dan Desa Dukuh.

Sedangkan di Kecamatan Selat, empat desa yang melaksanakan Pilkel serentak, yakni Desa Duda Timur, Desa Duda, Desa Amerta Bhuana dan Desa Sebudi.  Satu incumbent dinyatakan tumbang dalam suksesi itu. Sisanya berhasil mempertahankan tapuk kepemimpinannya untuk periode berikutnya.

Sebagai petahana di Desa Duda, I Gusti Agung Putra tidak berhasil mempertahankan tongkat kepemimpinannya setelah  mengalami kekalahan tipis dari I Wayan Dulur. Dalam suksesi itu, pria yang akrab disapa Gung Giri hanya mampu merengkuh 1417 suara. Sedangkan Dulur mampu membukukan kemenangan dengan torehan 1855 suara.

Sementara itu, di Kecamatan Sidemen, dari 9 desa yang melaksanakan Pilkel, tiga desa yang icumbentnya mengalami kekalahan. Dua desa itu, yakni Desa Sidemen dan Desa Sangkan Gunung dan Desa Tri Eka Buana.  Di Desa Sidemen, calon petahana I Gusti Langang Oka, berhasil ditumbangkan calon pendatang baru  I Komang Putra, dengan selisih suara 241 suara melawan 1.143 suara. Sedangkan di Desa Sangkan Gunung, calon petahana I Nyoman Suara kalah telah dari calon pendatang baru I Made Sumendra dengan selisih suara yang sangat mencolok, yakni  162 suara melawan 2.214 suara.

Tapi, yang paling mengejutkan kekalahan yang dialami calon petahana  Desa Tri Eka Buana, I  Ketut Dirka.  Pria yang memiliki usaha arak tradisional Bali ini kalah 19 suara (603 melawan 622 suara) dari calon newcomer I Gede Artayasa S.Pd.

Kabid Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kabupaten Karangasem, I Gede Kaneka, dikonfirmasi usai rekap suara Pilkel serentak, mengatakan, pelaksanaan Pilkel di 51 Desa sajauh ini masih berjalan sangat kondusif. Pihaknya berharap, situasi yang adem dan damai  terus tercipta dengan baik.

“Masyarakat sudah semakin dewasa dalam menyikapi situasi politik yang ada di desa masing-masing.  Dari 41 incumbent yang  ikut Pilkel 16 diantarannya  tidak berhasil mempertahankan tongkat kepemimpinannya.  Astungkara Pilkel  berjalan kondusif,” pungkasnya. (tio/bfn)