PPDB Diprotes Orang Tua Siswa

________________________________________________________________________________

JEMBRANA – Hingga saat ini pendaftaran peserta didik baru (PPDB) masih kisruh. Bahkan PPDB sekolah menengah pertama (SMP) negeri dengan berbasis zona tempat tinggal calon siswa, mendapat protes dari sejumlah orang tua siswa.

Orang tua yang ingin mendaftarkan anaknya di sekolah tertentu, tidak bisa masuk karena dinilai zona. Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jembrana Nyoman Wenten Selasa (25/6/19) mengatakan, zonasi yang dibuat sudah disesuaikan dengan tempat tinggal siswa dan daya tampung sekolah. Nanti akan dirapatkan untuk evaluasi sebelum pengumuman.


Saat ini katanya masih dibuka jalur prestasi dan perpindahan orang tua. “Jadi akan kami tunggu dulu pendaftaran nanti,” terangnya.

Sistem pendaftaran untuk SMPN di Jembrana secara online di Jembrana, tidak menggunakan sistem seperti daerah lain. Dimana setiap calon siswa yang mendaftar secara online, tidak perlu menggunakan token untuk daftar ulang, sehingga tidak membuat calon siswa rumit mendaftar.

Menurutnya tidak perlu token, namun hanya nomor pendaftaran saja yang dipakai. Kepala SMPN 1 Negara I Made Riantori, mengatakan sejak dibuka posko pengaduan PPDB di SMPN 1 Negara, sejumlah mengeluhkan sistem zonasi.
Diantaranya warga Banjar Pancaseming, Kelurahan Dauhwaru, melakukan protes karena tidak bisa masuk ke SMPN 1 Negara. Banjar tersebut, dari segi zona lebih dekat dengan SMPN 3 Mendoyo.

Menurut Riantori untuk siswa berprestasi bisa dari luar zona, namun akan diverifikasi. Dikatakannya meski saat ini penerapan sesuai dengan zona tempat tinggal siswa, sekolahnya diprediksi akan mendapat banyak pendaftar, melebihi dari daya tampung sekolah. Berdasarkan hitungan jumlah lulusan sekolah dasar di dalam zona, jumlah siswa SD yang lulus sebanyak 360 siswa, sedangkan daya tampung sebanyak 320 siswa. Jika nanti ada kelebihan pendaftar katanya akan dilaporkan ke dinas, karena tidak boleh menambah kelas. (dod/tio)