KARANGASEM, Balifactualnews.com—Tiga sungai yang ada di Karangasem, akan dinormalisasi Dinas PUPR setempat. Sayangnya rencana itu berantakan. Proyek normalisasi sungai yang sudah direncanakan dengan matang pelaksanaannya ditunda batal dilaksanakan, karena terjadi defisit anggaran.
Kepala Dinas PUPR dan Perkim Pemkab Karangasem, Wedasmara, mengatakan, normaliasi aliran sungai tiga sungai untuk semantara masih ditunda, karena anggaran yang dimiliki masih belum memadai.
Baca Juga : Sikapi Peristiwa Kepariwisataan Bali, Gubernur Koster Tindak Tegas Wisatawan Bikin Ulah
“Rencana untuk melakukan normalisasi sungai tahun ini masih ditunda. Anggarannya tidak cukup untuk melakukan itu. Kami akan usulkan kembali agar normalisasi tiga aliran sungai itu bisa dianggarkan dalam APBD Perubahan nanti,” kata Wedasmara, Selasa (30/5)
Wedasmara, mengakui, anggaran yang diperlukan untuk melakukan normalisasi tiga aliran sungai tersebut memang tidak terlalu besar. Kendati demikian pihaknya tidak bisa melaksanakan kegiatan tersebut karena anggaran ter yakni sekitar Rp 300 juta.
“Normalilasi untuk masing-masing sungai biayanya sekitar Rp 100 juta, total anggaran yang diperlukan sebesar Rp 300 juta,” terangnya.
Baca Juga : Prestasi Mulai Dibangun dan Ditata Lagi oleh KONI Karangasem
Dikatakan, akibat anggaran yang cekak, pemeliharaan mata air kemungkinan juga akan ditunda. Tercatat, ada sebanyak tiga lokasi permandian yang rencananya diperbaiki, yaitu di Selat, Ababi, dan Datah karena mengalami kerusakan.
“Biaya yang diperlukan untuk perbaikan satu pemandian sekitar Rp 150 juta, total anggaran yang diperlukan untuk perbaikan tiga lokasi permandian sebesar Rp 450 juta,” pungkas Wedasmara. (tio/bfn).













