Pura Taman Beji Sangsit Direvitalisasi Dengan Dana Swadaya Masyarakat


BULELENG, Balifactualnews.com Pura Taman Beji yang awalnya adalah cikal bakal dari Pura Beji, dengan linggih Dewa Ayu, di kelilingi kolam sebagai tempat petirtaan jika piodalan berlangsung. Seiring waktu, lambat laun pura ini seakan hilang, tinggal kubangan kering tanpa setitik air, dan lingkungan yang terkesan kumuh. Hal tersebut menggerakkan para pengempon pura yakni Subak Beji untuk merevitalisasi pura tersebut dengan mengetuk hati masyarakat Desa Sangsit melakukan punia, dan mendapat sambutan yang luar biasa, hingga terealisasi dengan baik walau belum 100 persen.



Ketua panitia revitalisasi Pura Taman Beji Ir. Ketut Ardana menceritakan kepada tim Balifactualnews.com saat ditemui, Minggu (13/10/19), jika piodalan di Pura Beji nunas tirta di pura ini. Lama-kelamaan karena musim kemarau dan tidak terawat, kolam yang ada disini jadi kering dan hanya berupa kubangan saja. Juga karena dulu entah bagaimana kawasan pura ini adalah milik pribadi, namun beberapa bulan kemarin, tanah dari kawasan pura ini diserahkan kepada pengempon pura dan menghidupkan kembali sumber air.

“Saat ini kita buatkan sumber air dari sumur, dan kita hidupkan kembali kawasan ini agar bisa menyerupai taman,” cerita Ardana.

Ardana juga menambahkan Anggaran biaya revitalisasi pura ini sekitar 300 juta. Syukurlah animo masyarakat Desa sangsit begitu besar untuk Pura Taman Beji ini. Sehingga hanya melalui media sosial, saling kontak antar warga Desa Sangsit yang ada di luar, saat ini diluar kas yang ada sudah tersedia dana sebesar 175 Juta rupiah.

“Dari swadaya masyarakat Desa Sangsit yang cukup tinggi, kita berharap revitalisasi Pura Taman Beji ini bisa terealisasi sesuai target. Kesempatan masyarakat yang mau ikut berpartisipasi medana punia masih sangat terbuka, demi terselesaikannya revitalisali Pura Taman Beji ini,” beber Ardana.



Di sisi lain Kelian Desa Adat Sangsit Wayan Wissara mengatakan Pura ini adalah sumber petirtaan dari semua piodalan di pura-pura yang ada di Wilayan Desa Adat Sangsit. Maka diharapkan agar pura ini ada dalam Khayangan Desa, yang mana pengemponnya adalah Subak. Lebih lanjut akan ditata sedemikian rupa agar bisa menjadi destinasi wisata dengan membuatkan jogging track hingga tembus ke pantai.

“Kita usahakan seindah mungkin untuk bisa menjadikan wilayah ini sekaligus sebagai destinasi wisata dengan membuatkan jogging track sampai ke Wilayah Pantai,” tutup Wissara. (sri/ger)