Putri Koster Khawatirkan Pemasaran Kain Songket Tenun Cagcag

________________________________________________________________________________

KARANGASEM — Ketua Tim Dekranasda Bali, Nyonya Putri Suastini Koster sangat mengkhawatirkan kamben (kain) motif songket dengan teknik bordir yang di produksi massal, akan mengancam pemasaran kain songket tenun cagcag asli Bali. Kekhawatiran Nyonya Gubernur Bali itu, disampaikan saat mengunjungi para perajin kain songket di Desa Sidemen, Rabu (19/6/19).

“Kami datang untuk memberi motivasi dan meningkatkan rasa bangga untuk menggunakan produk lokal demi meningkatkan perekonomian masyarakat,” ucap Putri Koster yang dalam kunjungannya itu diterima Ketua Tim Dekranasda Karangasem Nyonya Sarini Artha Dipa.

Wanita yang menjadi salah satu satrawan modern Bali ini, mengajak para perajin kain di Sidemen untuk mempertahankan kain songket hasil dari tenun cagcag. Menurutnya bila produksi massal kain songket dengan teknik bordir terus dikembangkan, maka kedepannya Bali, khususnya Karangasem akan kehilangan warisan penglingsir yang sudah sangat mendunia itu.

“Mari sama sama mengantisipasi pasar agar kamben bordir ini tidak menjadi pesaing, tapi masing masing mencari pasar tersendiri,” ajaknya.

Pada kesempatan itu Putri Koster juga mengapresiasi dan sangat antusias dengan kegiatan kunjungan berkala yang dilakukan Dekranasda Karangasem itu untuk menemui perajin kain di Sidemen. Dia menghimbau agar masyarakat lebih mengutamakan menggunakan produk lokal untuk membantu membangkitkan perekonomian masyarakat lokal.

“Kita harus bangga dan menumbuhkan gengsi ketika memakai produk lokal, karena selain mampu membantu perekonomian masyarakat lokal, kita juga sudah turut serta melestarikan warisan budaya leluhur,” ucapnya.

Menggunakan produk lokal, lanjut dia, secara tidak langsung akan membantu dalam mempromosikan produk tersebut hingga semakin dikenal masyarakat luas.

Sebelumnya Ketua Tim Dekranasda Karangasem, Nyonya Sarini Artha Dipa, mengatakan, kunjungan berkala yang dilakukannya itu sebagai bentuk apresiasi kepada para perajin, penjual, dan pemasok kerajinan kain di Sidemen.

“Kunjungan berkala yang kami lakukan ini sebagai upaya membantu perajin dalam mempromosikan hasil kerajinan lokal yang dimiliki. Kami juga sangat berterimakasih karena Ibu Gubernur bisa hadir dalam kunjungan ini,” pungkasnya. (tio)