*Tinggalkan Sepucuk Surat, Minta Sang Pacar Berikan Doa Terakhir
Petugas Polsek Abang saat menurunkan korban yang gantung diri di kamar tidurnya dan surat yang ditujukan kepada orang tua dan sang pacar
KARANGASEM,Balifactualnews.com—Kecuali takdir, tak satu pun ada orang yang bisa menentukan akhir hidup seseorang. Ini juga dialami I Komang Sumadi (20). Pekerja swasta asal Banjar Cangwang, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali, yang ditemukan tewas gantung diri di kamar tidurnya, Jumat 16 April 2021, juga karena takdir.
Kendati demikian, korban berbuat nekat seperti itu, dipicu karena cintanya di putus oleh sang pacar. Telesik kali telisik dugaan kenekatan korban terkuak, setelah polisi mendapatkan jejak komunikasi korban yang di putus sang pacar melalui telepon selulernya.
Adalah adik korban Ni Luh Putu Wulandari (16) yang pertama kali melihat kejadian naas itu. Saat itu sekitar pukul 04.00 Wita, saksi hendak membangunkan kakaknya. Tapi begitu pintu kamar dibuka, saksi melihat korban sudah terbujur kaku, gantung diri menggunakan selendang warna kuning di plapon kamar tidurnya.
Saksi panik, lalu memberitahukan kabar duka itu kepada ibu kandungnya Ni Nengah Bunter. Tak lama berselang, kejadian itu diteruskan ke petugas Bhabinkamibmas Desa Bunutan, dan dilaporkan ke Polsek Abang.
Kapolsek Abang, AKP I Putu Agus Ady Wijaya SH, membenarkan kejadian itu. Dia mengatakan, dari penyelidikan dan pemeriksaan medis yang dilakukan, kuat dugaan korban bunuh diri karena di putus sang pacar.
“Korban meninggalkan sepucuk surat berkaitan dengan ulah nekatnya ini. Dalam surat yang ditulis, korban menyatakan tidak ada masalah dengan keluarga dan meminta sang pacar datang ke rumahnya untuk memberikan doa terakhir,” ucap Kapolsek Abang, yang sebentar lagi akan pindah tugas ke Kabupaten Gianyar.













