KARANGASEM, Balifactualnews.com – Serangakain Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih hari ini Sabtu(10/3) dilaksanakan upacara Tawur Tabuh Gentuh yang dipuput oleh lima Sulinggih Siwa Budha di Bencingah Agung, Pura Besakih Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem.
Ketua Panita Karya IBTK Pura Agung Besakih, Jro Mangku Widiartha kepada awak media mengatakan, sebelumnya tepat di hari raya Kuningan, telah dilaksanakan upacara Mapepade lan Bhumi Sudha, lanjut upacara Tawur Tabuh Gentuh.
“Upacara Mapepade lan Bhumi Sudha, Tawur Tabuh Gentuh adalah satu rangkaian dari Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK), yang puncak upacaranya nanti pada Purnama Sasih Kedasa tanggal 24 Maret mendatang,” ucap Jro Mangku Widiartha.
Lanjutnya, setelah pelaksanaan tawur Agung pada malam harinya pada pukul 1900 Wita dilaksanakan upacara Memben. “Upacara Memben itu adalah upacara melaspas bakti-bakti secara keseluruhan yang akan dipersembahkan dalam upacara Tawur Tabuh Gentuh hari ini,” terangnya.
Lebih jauh Jro mangkuWidiartha menjelaskan berkaitan dengan sarana upacara wewalungan atau korban suci dari binatang yang dipergunakan saat mapepade adalah kerbau, petu, menjangan, kucit butuan, kambing, kidang, kambing, ayam manca, ayam manca warna, brengkuak.
“Tujuan dari upacara yang Tawur Labuh Gentuh adalah untuk nyomia bhuta kala atau menetralisir unsur negatif secara niskala, sekaligus sebagai ungkapan syukur kita kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa untuk menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1946,” jelasnya.
Nyomia bhuta kala saat Tawur Tabuh Gentuh, kata Jro mangku agar besok saat pelaksanaan Nyepi, keheningan dan kekusyukan umat dalam menjalankan penyepian tidak terganggu oleh hal hal dari unsur unsur negatif alam. Dalam upacara Tahur Tabuh Gentuh, seluruh Jumat Hindu atau perwakilan Bendesa adat untuk nunas tirta, dan seluruh tirta akan dituur bertepatan dengan tawur ini. Dan krama juga akan diberikan nasi tawur yang akan disebarkan ke Krama di seluruh desa adat di Bali.
Ditambahkannya, sarana dan prasarana upakara bakti pada Tawur Tabuh Gentuh yang digunakan adalah sanggar tawang, soroan pebangkit, caru mancasia, caru manca kelud, dan bakti pendukung. (ger/bfn)













