Short Cut Singaraja-Mengwitani di Plaspas dan di Resmikan

Foto : Gubernur Koster dan Bupati Buleleng Agus Suradnyana dalam penandatanganan peresmian Short cut Titik 5-6 Singaraja-Mengwitani.

 


BULELENG, Balifactualnews.com – Gubernur Bali, Ir. Wayan Koster didampingi Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana dan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional, Ahmad Subci meresmikan Shortcut Titik 5-6 (Singaraja-Mengwitani) Senin (30/12/19) siang.

Ruas jalan Shortcut Titik 5-6 memiliki panjang 1.095 meter atau 1,09 kilometer ditambah jembatan sepanjang 210 meter yang berlokasi di wilayah Desa Pegayaman. Ruas jalan Shortcut Titik 5-6 lebarnya mencapai 13 meter dan memiliki kelandaian 6 persen. Titik 5 Shortcut berada di Kilometer 57 wilayah Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, tepatnya depan Pura Yeh Ketipat ke arah timur menuju Desa Pegayaman.

Sedangkan Titik 6 Shortcut berada di Kilometer 59 perbatasan Desa Pegayaman-Desa Gitgit. Sebelumnya, telah dilakukan Ground breaking juga oleh Gubernur Bali, Wayan Koster pada 14 November 2018 lalu.

 

 



Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional, Ahmad Subci dalam laporannya mengatakan, shortcut yang dilatar belakangi ketimpangan pembangunan Bali Utara dan Bali Selatan dibangun untuk menyetarakan keseimbangan pembangunan.

“Jalan baru yang dibangun berjumlah 10 titik dan ada kemungkinan 12 titik yang direncanakan tahun ini, bisa memangkas waktu tempuh Denpasar-Singaraja lebih kurang 1 jam. Jalan akan dibuka sementara untuk uji coba selama lebih kurang seminggu, dan akan dibuka secara penuh setelah ada keputusan laik jalan nantinya,” ucap Ahmad Subci.

Gubernur Bali I Wayan Koster dalam sambutannya mengatakan, jalan ini dipercepat proses pengerjaannya untuk mengantisipasi kemacetan saat tahun baru nanti. Dan segera akan diselesaikan proses pembebasan lahan untuk kelanjutan titik 7-10 yang sedikit masih mengalami kendala dengan masyarakat.

“Segera akan saya selesaikan dengan tim appraisal independent untuk menyelesaikan masalah penggantian lahan dengan masyarakat dititik 7-10 tersebut,” tutup Koster. (sri/ger)