KARANGASEM, Balifactualnews.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karangasem begitu sigap dalam menangani meningkatnya volume sampah saat perayaan HUT kota Amlapura ke 383 yang dipusatkan di Taman Budaya Candra Buana.
Volume sampah yang mengalami peningkatan tersenut diakui Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karangasem, I Nyoman Tari, saat dihubingi oleh awak media pada Minggu(25/6/2023).
Tari mengatakan, volume sampah dari perkotaan memang mengalami peningkatan dari hari-hari sebelumnya karena ada pameran UMKM yang merupakan rangkaian dari HUT Kota Amlapura yang ke-383.
“Tetapi peningkatan volume sampah kali ini biasa terjadi terlebih ada kegiatan pameran UMKM sehingga sudah pasti volume sampah juga akan bertambah. Untuk itu pihaknya sudah siap dalam mengantisipasi hal itu.
Pihaknya lanjut Tari, telah menyiapkan puluhan petugas kebersihan untuk standby di Taman Budaya Candra Buana, untuk sselalu siaga membersihkan sampah yang berserakan di luar dari tempat sampah yang sudah disediakan.
Peningkatan volume sampah dihari hari biasa kata Tari, bisa mencapai 40 ton per hari, dan saat ini bertambah menjadi 42 ton per hari. “Artinya volume sampah mengalami peningkatan sekitar 2 ton. Hal itu juga menunjukkan geliat ekonomi mulai membaik karena daya beli masyarakat meningkat,” imbuhnya.
Lebih lanjut ungkap tari, kesiapsiagaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karangasem dalam penanganan sampah, untuk malam pihaknya menugaskan 10 orang petugas sedangkan paginya itu ada 20 orang. Petugas pagi selain melakukan pembersihan juga langsung mengangkut sampah-sampah tersebut menuju ke truk yang nantinya dikirim menuju TPA Butus.
Tari juga menghimbau kepada kepada para pedagang maupun kepada para pengunjung yang datang ke Taman Budaya Candra Buana untuk membuang sampah di tempat-tempat sampah yang sudah disediakan. “Namun karena jumlah pengunjung sangat ramai tiap harinya kadang-kadang tempat sampah yang sudah disediakan tersebut sampai penuh, bahkan sampai meluber ke luar,” terangnya kepada awak media.
Yang tak kalah penting kata Tari adalah, saat ini kesadaran masyarakat sudash mulai meningkat dengan melakukan pemilahan sampah mulai dari sumbernya. Tahun lalu volume sampah yang dikirim tiap harinya mencapai 50 ton, dan saat ini sudah mulai berkurang.
“Mari tingkatkan kesadaran kita bersama sama menangani sampah terutama sampah plastik dengan memilihanya dari sumber seperti dari rumah dan lainnya,” tutup Tari. (ger/bfn)













