Utama  

Suka Nyabu, Cewek Cafe Diadili

banner 120x600
Terdakwa Rara Meysatien usai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Denpasar

 

DENPASAR – Rara Meysatien yang bekerja sebagai waitress disebuah cafe malam di Denpasar hanya bisa terdiam saat didudukkan di PN Denpasar, Kamis (14/3).
Wanita kelahiran Gilimanuk 33 tahun lalu ini diamankan petugas lantaran kerap menkonsumi sabu. Oleh petugas, wanita kelahiran Gilimanuk 8 Mei 1995 ini tidak langsung diajukan rehab tetapi langsung dijebloskan ke dalam sel untuk di adili.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Gst Lanang Suyadnyana SH, dihadapan majelis hakim yang diketuai Dayu Adnya Dewi SH,MH, menyebut terdakwa terbukti bersalah menyimpan narkotika golongan I jenis sabu.
Dalam surat dakwaan yang dibacakan, terungkap terdakwa diamankan Sat Narkoba Polresta Denpasar di kamar kos Jalan Tangkuban Perahu III Nomor 15, Banjar Balun Padang Sambian Kelod Denpasar Barat pada 15 Desember 2018.

Dari hasil penggeledahan petugas, ditemukan ada dua klip plastik kecil berisi serbuk kristal bening diduga sabu yang disimpan di dalam dompet disembunyikan dibalik lipatan baju dalam tas koper.

“Terdakwa mengakui sebelumnya membeli sabu dari seseorang yang hanya dikenal nama Wirasa via telepon. Pengambilannya melalui tempelan,” terang jaksa. Barang haram itu oleh terdakwa di beli dengan harga Rp 700 ribu dari penawaran semula Rp 1,4 juta. Kristal bening itu diambil terdakwa melalui tempelan di sebuah pot bunga yang berada di jalan Adipura I Denpasar.

“Mendapatkan barang itu, terdakwa lantas membagi menjadi lima klip kecil. Toga paket klip plastik kecil habis dikonsumsi setiap akan berangkat kerja ke cafe,” ungkap Jaksa dalam dakwaanya.

Hal mengejutkan diungkapkan terdakwa saat ditanya majelis hakim terkait kenekatannya mengkomsumsi barang terlarang itu. Terdakwa mengaku sabu-sabu yang dikonsumsinya itu agar kuat minum saat melayani tamu.

“Biar kuat minum aja pak hakim,” ucap terdawak enteng.

Atas perbuatannya, oleh jaksa diancam Pasal 115 dan 112 ayat (1) nomor 35 UU tahun 2009 tentang narkotika dengan hukuman paling ringan selama 4 tahun penjara. (ibu/tio)