Tangkal Penyakit Babi, Wayan Bakti Sukses Terapkan Biosekuriti 

tangkal-penyakit-babi-wayan-bakti-sukses-terapkan-biosekuriti
I Wayan Bakti (paling kiri) bersama Kadis Pertanian Pangan dan Perikanan Karangasem,  I Nyoman Siki Ngurah (tengah) dan Puskeswan Kecamatan Bebandem. 
banner 120x600

KARANGASEM, Balifactualnews.com–Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem, terus menggencarkan pembinaan  kepada para peternak babi yang ada di wilayahnya. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi serangan penyakit terhadap babi milik peternak. 

Antisipasi penyakit babi dengan menerapkan biosekuriti yang digencarkan  dinas terkait dinilai sangat ampuh. Ini juga diakui I Wayan Bakti.  Pemilik peternakan babi (mulai dari pembibitan hingga penggemukan, Red),  asal Banjar Dinas Liligundi, Desa Bebandem, sangat sukses mengembangkan usaha peternakannya akibat intens menerapkan biosekuriti pada usaha peternakannya.

“Astungkara berkat  menerapkan biosekuriti  seperti yang dianjurkan Pak Kadis Pertanian, usaha ternak saya sampai sekarang tidak ada masalah,” ucap Wayan Bakti, Sabtu (25/5/2024).

Bakti menjelaskan, penerapan biosekuriti untuk mengamankan ternaknya dari penyakit dilakukan super ketat. Selain rutin membersihkan kandang dengan   menyemprotkan disinfektan. Saat masuk kandang Wayan Bakti dan keluarganya  juga menggunakan pakaian khusus. 

“Bukan keluarga saya saja yang ketat menerapkan biosekuriti. Pengunjung yang mau masuk kandang  juga wajib di semprotkan disinfektan. Khusus pembeli  dilarang masuk kandang.  Mereka cukup berada di luar kandang sedangkan bibit yang dibeli  kami bawakan dari dalam kandang,” jelas Bakti 

Sampai saat ini, Bakti memiliki 12 ekor  induk babi. Sedangkan babi yang dipeliharanya mencapai   ratusan ekor termasuk yang digemukkan. Bahkan bibit babinya sampai terjual hingga keluar Karangasem seperti Gianyar dan Bangli.

“Saya sangat berterima kasih dengan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Karangasem  yang sudah memberikan pembinaan terkait penerapan biosekuriti ini,” jelasnya. 

Sementara itu, Kadis Pertanian Pangan dan Perikanan Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah mengatakan,  babi merupakan salah satu komoditas ternak penghasil daging yang memiliki potensi cukup besar di Kabupaten Karangasem. Bahkan sampai saat ini populasi babi yang ada di wilayahnya sebanyak 82.445 ekor, tersebar di semua kecamatan,  baik itu peternakan menengah dan peternakan rakyat.   

Tingginya populasi babi yang ada di Karangasem, membuat Siki Ngurah terus gencar melakukan pembinaan kepada para peternak.  Ini juga bagian dari upaya menangkal penyakit yang menyerang ternak babi milik masyarakat. 

“Pembinaan sudah lebih dari setahun kami gencarkan. Selama pembinaan kami  menekankan agar peternak lebih menggencarkan penerapan biosekuriti pada kandang babinya,” jelas Siki Ngurah. 

Siki Ngurah mengakui,  Wayan Bakti salah satu peternak yang dibinanya sangat sukses menerapkan biosekuriti untuk menangkan ternak babinya dari serangan penyakit. 

“Beliau sangat tekun menerapkan biosekuriti  pada usaha peternakannya, sehingga mampu bertahan dan berkembang dan terhindar dari penyakit pada babi,” ungkap Siki Ngurah, seraya menghimbau agar masyarakat Karangasem tidak perlu khawatir untuk mengkonsumsi daging babi yang dibeli dari peternakan yang bagus menerapkan biosekuriti dan cara pengolahan daging babi dilakukan dengan baik dan benar. (tio/bfn)