Terima SK PPPK, Ribuan Pegawai Kontrak di Karangasem Sumringah

terima-sk-pppk-ribuan-pegawai-kontrak-di-karangasem-sumringah
Bupati Gede Dana mengambil sumpah janji ribuan pegawai kontrak yang sudah diangkat sebagai PPPK hasil rekrutmen tahun 2023 di GOR Gunung Agung, Rabu (8/5/2024)
banner 120x600

KARANGASEM, Balifactualnews.com–Ribuan pegawai kontrak di Karangasem yang bertugas  sebagai tenaga kesehatan dan guru sumringah. Pasalnya setelah belasan tahun, bahkan puluhan tahun  mereka bekerja sebagai pegawai kontrak, akhirnya lolos menjadi ASN dalam rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2023. 

Keceriaan para pegawai kontrak itu terpancar sangat jelas, setelah Bupati Karangasem I Gede Dana, menyerahkan 1.076  SK PPPK sekaligus melantik (mengukuhkan) tugas mereka, di GOR Gunung Agung, Jalan Ahmad Yani Amlapura, Rabu (8/5/2024), pagi tadi

Selain dihadiri ribuan pegawai kontrak, penyerahan SK PPPK tersebut juga dihadiri, Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika, Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa, Sekda I Ketut Sedana Merta, para rohaniawan, pimpinan OPD dan undang terkait lainnya. 

Bupati Gede Dana dalam kesempatan tersebut menyampaikan, 4 SK CPNS dan 1.076 SK PPPK yang telah diserahkan tersebut merupakan formasi CPNS dan PPPK tahun 2023.  Ribuan SK PPPK dan 4 SK CPNS yang diserahkan itu, merupakan tindak lanjut dari keputusan Menpan RB, Nomor 546 Tahun 2023,  dalam upaya mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat, meningkatkan kapasitas organisasi dan mempercepat pencapaian tujuan strategis nasional 

“Tahun 2023 Pemerintah Pusat mengalokasikan kebutuhan ASN  di Karangasem untuk tahun 2023 1.076 formasi PPPK, terdiri dari 670 orang jabatan fungsional guru dan 406 orang jabatan fungsional  tenaga kesehatan, serta 4 formasi CPNS dari pola pembibitan STTD Kementerian Perhubungan,” jelas Bupati.

Gede Dana mengakui, profesi ASN di masa kini tetap menjadi pilihan utama serta kebanggaan bagi sebagian besar masyarakat, di tengah sorotan yang terus melanda. Profesi ASN yang tetap menjadi dambaan masyarakat membuat persaingan menjadi ASN semakin ketat. 

“PNS dan dan ribuan  PPPK yang dilantik merupakan hasil dari rangkaian seleksi penerimaan yang sangat ketat dan kompetitif yang dilakukan berbulan-bulan,” ungkap Gede Dana. 

Rekrutmen PPPK, kata Gede Dana, diawali dari penerimaan secara terbuka baik seleksi administrasi maupun seleksi kompetensi yang telah dilakukan oleh panitia seleksi secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan peraturan perundang-undangan, yakni melalui tahapan perencanaan, pengumuman lowongan, pelamaran, seleksi, pengumuman hasil seleksi, penetapan NIP dan pengangkatan menjadi ASN.

“Mulai hari ini ribuan pegawai kontrak yang sudah menerima SK PPPK, bukan lagi sebagai orang yang bebas berbuat dan berperilaku,  tetapi ada aturan, norma, target kinerja, serta kedisiplinan yang mengikat karena sudah menjadi ASN,” himbau Gede Dana. 

Sebelumnya, Kepala BKPSDM Karangasem, I Komang Agus Sukasena,  melaporkan, penerbitan NI PPPK dari Kantor Regional X BKN dilakukan secara bertahap, sehingga berpengaruh terhadap proses penerbitan SK bagi PNS dan PPPK tersebut.

“Penerbitan Nomor Induk PPPK tidak bersamaan, ini juga yang mempengaruhi proses penerbitan SK bagi PNS dan PPPK,” pungkas Agus Sukasena. (tio/bfn)