KARANGASEM, Balifactualnews.com – Tiga proyek strategis akan dibangun Pemkab Karangasem tahun ini (2023). Tiga proyek strategis itu, yakni Gedung Mall Pelayanan Publik, Wantilan Budaya Karangasem, dan Krematorium di Kecamatan Abang. Anggaran yang digelontor untuk membangun tiga proyek itu sangat fantastis, yakni Rp 21.680.000.000, bersumber dari dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali.
Kepala Dinas PUPR, Perumahan dan Permukiman, Karangasem, Wedasmara, mengungkapkan, pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP) disiapkan anggaran Rp 8 miliar, Wantilan Kebudayaan dianggarkan Rp 6 miliar. , sedangkan Krematorium di Kecamatan Abang dianggarkan Rp 7.6 miliar lebih.
“Proyek pembangunan MPP dijadikan 1 paket dengan Wantilan Kebudayaan. Ini dilakukan karena lokasinya berdekatan, masih satu kawasan dengan Stadion I Gusti Ketut Jelantik, Jalan Veteran (Jalur 11), Kelurahan Padangkerta. Sesuai DED pembangunan gedung MPP akan dibangun dua lantai,” terang Wedasmara dikonfirmasi terkait proses pembangunan tiga proyek strategis itu, Selasa (23/5).
Menghitung anggaran yang dipasang, kata Wedasmara, pembangunan gedung MPP kemungkinan tidak tuntas keseluruhan. “Melihat anggaran yang ada kemungkinan finishingnya hanya sampai lantai satu saja, sedangkan untuk lantai duanya akan dianggarkan kembali pada tahun berikutnya,” ungkap Wedasmara.
Proyek infrastruktur Wantilan Kebudayaan Karangasem, kata mantan Kabag Tata Pemerintahan dan Pembangunan Pemkab Karangasem itu, akan dibuat terbuka. Menurutnya Wantilan Kebudayaan itu dibuat dalam upaya memajukan dan melestarikan kebudayaan di kabupaten ujung timur Bali itu.
“Anggaran pembangunan wantilan kebudayaan include dengan penataan taman di luar. Pembangunan Gedung MPP dan Wantilan Kebudayaan saat ini masih proses perbaikan administrasi, karena dua proyek strategis ini akan dijadikan satu tender. Selama proses pembangunannya, kami juga melibatkan pendampingan dari Kejari Karangasem,” jelasnya.
Satu lagi proyek strategis berupa pembangunan Krematorium, kata Wedasmarfa akan dibangun di Desa Pidpid, Kecamatan Abang. Lokasi ini dipilih karena desa bersangkutan sempat mengusulkan pembangunan krematorium ke Provinsi Bali.
“Pembangunan krematorium saat ini masih di review oleh APIP. Tapi kami optimis tiga proyek strategis ini sudah mulai dikerjakan pertengahan tahun ini,” pungkas Wesasmara. (tio/bfn)













