Warga Was-was, Bayi Diduga Meninggal Karena DBD

Fogging yang dilaksanakan di perumahan Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara, Rabu (22/7/20)


JEMBRANA, Balifactualnews.com – Seorang bayi usia 7 bulan yang tinggal di Perumahan Tegal Badeng Timur meninggal dunia di RS Negara, Selasa (21/7/20) sore kemarin. Meninggalnya bayi tersebut diduga karena Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kasus tersebut sontak membuat warga menjadi was-was, dan tiba-tiba pada Rabu (22/7/20) pagi tadi, warga dikagetkan dengan adanya fogging mendadak di sekitaran perumahan dan tempat tinggal orang tua bayi tersebut.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Jembrana dr. I Gusti Agung Putu Arishanta dikonfirmasi Rabu (22/7/20) mengatakan pihaknya sudah berupaya menelusuri kebenaran informasi bayi yang diinformasikan demam berdarah tersebut.


Baca : Satu Orang Bayi dan Ibu Hamil Positif Covid-19 di Jembrana


“Dari konfirmasi kami, bayi tersebut sempat dibawa ke Puskesmas Pengambengan. Kemudian dirujuk ke RS Negara. Bayi tersebut memang meninggal. Ada panas dan batuk juga. Tapi hasil pemeriksaan dokter kena radang selaput otak. Bukan demam berdarah,” papar Arishanta.

Arisantha menambahkan terkait adanya fogging yang dilaksanakan Rabu pagi memang terkait kasus mewabahnya demam berdarah di perumahan tersebut. Karena sebelumnya beberapa kali ada yang kena demam berdarah. Demikian juga terkait informasi warga Medewi yang kena demam berdarah dan meninggal dunia juga bukan karena DBD namun karena infeksi karena bakteri secara menyeluruh.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, kasus DBD tahun 2020 sejak Januari hingga saat ini, sudah mencapai 179 kasus. Tercatat kasus meninggal dunia yakni dua orang.

“Untuk mencegah makin meluasnya kasus DBD selain melakukan pemberantasan jentik nyamuk juga dilakukan kegiatan fogging. Ini kita lakukan secara rutin di daerah-daerah yang disinyalir rawan dari wabah nyamuk” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Jembrana I Putu Artha sebelumnya mengatakan, saat ini semua warga masyarakat masih fokus terhadap virus covid-19 saja. Sementara mengabaikan dampak dari wabah penyakit menular lainya.

“Saat ini semua masyarakat lagi booming dengan Virus Corona padahal penyakit lainnya seperti Rabies dan Demam Berdarah Dengue (DBD) harus diwaspadai lantaran wabah – wabah penyakit ini sangat membahayakan bahkan telah banyak memakan korban jiwa” ujarnya.

Untuk mengantisipasi wabah-wabah penyakit menular ini, Bupati Artha menegaskan, Dinas terkait agar dalam penanganannya dilaksanakan secara seimbang.

“Untuk itu saya instruksikan kepada dinas terkait agar melakukan langkah-langkah penanganan yang cepat sehingga warga masyarakat tidak tertular oleh penyakit-penyakit yang bisa mematikan itu,” tegas Bupati Artha.

Selain itu , Artha juga menghimbau warga untuk mengintensifkan pencegahan DBD. Diantaranya dengan mengintensifkan gerakan 3 M plus dilingkungan masing-masing yaitu dengan menguras dan menyikat, menutup tempat penampungan air , serta memanfaatkan barang -barang bekas yang tak terpakai agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk,” papar Artha. (Put/ger/bfn)