Utama  

Waspada, Angka OTG di Karangasem Terus Mengalami Peningkatan

Dokter I Gusti Bagus  Putra Pertama MM, Koordinator Kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kabupaten Karangasem. (foto: paramitha)

KARANGASEM Balifactualnews.com — Angka orang tanpa gejala (OTG) yang melakukan kontak erat dengan pasien positif Covid-19 di Karangasem terus mengalami peningkatan. Data terakhir yang dirilis Koordinator Kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, di Kabupaten Karangasem,  hingga Rabu (29/4/20) tercatat sudah ada   147 orang OTG.

“Dari jumlah tersebut sebanyak 132 orang  sudah melakukan isolasi mandiri dan 15 orang lainnya sudah selesai pemantauan,” kata dokter I Gusti Bagus Putra Pertama,MM,  Koordinator Kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kabupaten Karangasem dalam siaran pers nya semalam.

Dikatakan, pemantauan yang dilakukan 147 OTG tersebut ditemukan sebanyak 8 orang (5,44%) terkonfirmasi positif Covid-19.  Rapid test hari pertama terhadap 110 OTG  terdeteksi 4 orang  yang reaktif, dans setelah dilakukan RT PCR/Swab, tiga orang terkonfirmasi positif . “Rapid test yang kita lakukan di hari kedua untuk 56 OTG, 5 orang terdeteksi reaktif, dan setelah dilakukan Swab  kelimanya terkonfirmasi positif,” jelas dokter  I Gusti Bagus Putra Pertama.

Dijelaskan, penambahan juga terjadi  pada ODP (orang dalam pemantauan)  yang berjumlah 4 orang. Adanya penambahan tersebut, saat ini akumulatif  ODP  sebanyak 75 orang. “ODP juga bertambah, dari jumlah yang ada 14 orang sedang dalam  perawatan RSUD Karangasem dan 61 selesai pemantauan (Discarded). Sampai saat ini tidak ada ODP terkonfirmasi positif Covid-19,” tegas Kadis Kesehatan Kabupaten Karangasem itu.

Sementara itu,  penambahan juga terjadi pada PDP (pasien dalam pengawasan) sebanyak 1 orang. Jumlah kumulatif PDP sampai saat ini sebanyak 15 orang. Dari jumlah itu, 1 orang dalam perawatan RSUD Karangasem dan 14 selesai pengawasan. “Untuk 12 orang kasus positif,  1 pasien positif masih menjalani perawatan di RSPTN Udayana, 6 orang menjalani karantina di Bapelkes Denpasar dan 5 orang (41,67%) sudah dinyatakan sembuh,” ungkapnya.

Mengingat semakin meningkatnya jumlah kasus OTG, dokter Bagus Putra Pertama, menghimbau masyarakat Karangasem untuk selalu waspada. Menurutnya,  untuk memutus rantai penyebaran Virus Corona tersebut, perlunya semua pihak melanjutkan dengan penuh disiplin untuk menggunakan masker di tempat terbuka. Menggunakan masker, kata dokter Bagus Putra Pertama,  memiliki 2 fungsi. Pertama bagi yang sakit (batuk dan flu) maka percikan/ droplex akan tertahan oleh masker yang menyebabkan percikan itu tidak akan keluar dan mengenai orang lain. Kedua, penggunaan masker bagi yang sehat maka akan terhindar (terutama pada wajah bagian hidung, mulut dan mata) dari percikan dari orang lain.

“Untuk menghindari penularan virus Corona, maka kita harus disiplin atau rajin untuk mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun. Ini harus dilakukan karena penyebaran virus yang menempel pada benda tertentu yang kemudian kita sentuh dan menempel pada tangan akan lebih mudah hanyut melalui sabun dan air mengalir. Hindari menyentuh bagian wajah terutama hidung, mulut dan mata setelah menyentuh benda tertentu dan sebelum mencuci tangan.  Tiga indera dalam tubuh kita tersebut akan memudahkan bagi virus corona untuk masuk ke tubuh,”jelas dokter  Bagus Putra Pertama, seraya  meminta  para pelaku perjalanan (PMI), agar setelah 14 hari menjalani masa karantina  diharapkan tetap mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan Pemerintah. (tio/son/bfn)