KARANGASEM, Balifactualnews.com — Pergeseran musim mulai terasa di Karangasem. Memasuki Maret, cuaca perlahan berubah dari musim hujan menuju kemarau. Kondisi ini langsung menjadi perhatian serius Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem.
Plt Kalaksa BPBD Karangasem, I B Ketut Arimbawa, mengungkapkan bahwa sejumlah wilayah mulai berpotensi mengalami kebakaran lahan, terutama di daerah kering seperti Kecamatan Abang, Kubu, dan Karangasem. Bahkan, Kubu disebut sebagai wilayah yang kerap menjadi langganan kebakaran saat kemarau.
Memasuki periode ini, masyarakat diminta lebih waspada, khususnya tidak sembarangan membakar sampah. Pasalnya, sisa api yang tertiup angin dapat dengan mudah memicu kebakaran, terlebih kondisi lahan yang ditumbuhi ilalang sudah mulai mengering.
Selain ancaman kebakaran, BPBD juga mengingatkan potensi kekeringan. Berdasarkan informasi BMKG, pertengahan tahun diprediksi akan terjadi fenomena El Nino kategori lemah yang dapat menyebabkan cuaca semakin kering. Kondisi ini berpotensi berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah.
“Masyarakat kami imbau untuk mulai menghemat penggunaan air serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran,” ujar Arimbawa.
BPBD berharap risiko kebakaran dapat ditekan melalui kesadaran bersama. Namun jika terjadi kebakaran, warga diminta segera melapor kepada aparat wilayah atau petugas pemadam kebakaran agar penanganan cepat dilakukan dan api tidak meluas. (tio/bfn)













