Ini Penyebab Emas Selancar Angin Menurun di PON

ini-penyebab-emas-selancar-angin-menurun-di-pon
Ket Foto : Tim selancar angin PON Bali masih mengandalkan IGM Oka Sulaksana. Foto : bfn/ena

DENPASAR, Balifactualnews.com – Pencapaian medali emas atlet selancar angin PON Bali yang mulai PON XIX/2016 di Bandung Jawa Barat silam masih stabil, namun sejak pada PON XX/2021 di Papua mulai menurun. Termasuk di PON XXI/2024 di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) target juga tidak bisa seperti di PON Jawa Barat.

Diakui pelatih selancar angin PON Bali dari PON ke PON Wayan Sujana, di PON Jawa Barat selancar angin Bali lolos di 7 kelas dengan meraih 5 emas dan 1 perunggu. Sedangkan di PON Papua meloloskan 3 atlet dengan membawa pulang 1 emas.

“Sebenarnya bukan ada penurunan jumlah atlet yang lolos PON, di PON Jawa Barat 5 atlet tapi kami bawa pulang 5 emas sedangkan di PON Papua 3 atlet bawa 1 emas. Sekarang di PON 2024 juga lolos 3 atlet dengan target setidaknya juga 1 emas seperti yang kami raih di PON Papua silam,” tegas Wayan Sujana di Denpasar, Minggu (28/1/2024).

Lalu kenapa penurunan medali emas selancar angin mengalami penurunan ? Mantan atlet selancar angin Bali di eranya itu mengaku jika semua itu karena Pengurus Pusat (PP) Porlasi lebih banyak mempertandingkan kelas untuk junior ketimbang senior.

“Kelas di senior banyak yang dikurangi dan justeru di kelas junior banyak ditambah. Ini akibatnya peselancar angin Bali banyak yang tidak bisa turun padahal mereka sangat berpotensi meraih medali emas di PON,” tegas Sujana.

Tak hanya itu sebutnya, peselancar angin senior pastinya juga masih dibutuhkan untuk bisa berprestasi membawa nama Indonesia di even internasional. Dijelaskannya, tidak mungkin peselancar junior Indonesia dikirim untuk even-even senior level internasional.

“Soal peselancar junior memang di Bali masih kurang. Paling yang ma kalau tidak anak atau saudara saya, Oka Sulaksana atau yang mantan atlet. Memang agak susah mencari atlet junior.

“Ya kita tahulah mana anak muda yang banyak mau latihan panas-panas di laut. Tapi kami tetap berupaya menggali atlet muda sebagai atlet masa depan. Sekarang ada memang tap ikan jumlahnya sedikit,” tandas Wayan Sujana. (ena/bfn)