Presiden Prabowo Tunjuk Anak Pahlawan Revolusi D.I. Panjaitan Jadi Duta Besar RI untuk Singapura

Letnan Jenderal TNI (Purn.) Hotmangaradja Pontas Pandjaitan

Letnan Jenderal TNI (Purn.) Hotmangaradja Pontas Pandjaitan
Letnan Jenderal TNI (Purn.) Hotmangaradja Pontas Pandjaitan, Foto(Unhan)

JAKARTA, Balifactualnews.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi menunjuk Letnan Jenderal TNI (Purn.) Hotmangaradja Pontas Pandjaitan, putra dari Pahlawan Revolusi Mayor Jenderal Anumerta D.I. Panjaitan sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Singapura, dalam upacara kenegaraan yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Jumat pagi.

Letnan Jenderal TNI (Purn.) Hotmangaradja Pontas Pandjaitan yang dikenal dengan latar belakang militer dan rekam jejak panjang di bidang diplomasi serta hubungan internasional, dipercaya memegang peran strategis sebagai wakil pemerintah Indonesia di Singapura, salah satu mitra dagang dan investasi terbesar Indonesia di kawasan Asia Tenggara.

Dilansir dari berbagai sumber, Presiden menekankan pentingnya peran Dubes RI untuk Singapura dalam memperkuat kerja sama ekonomi, investasi, pendidikan, serta perlindungan WNI di negara tersebut.

“Hubungan Indonesia dan Singapura sangat erat. Saya percaya, penunjukan ini akan memperkuat diplomasi dan kolaborasi yang sudah terjalin baik selama ini,” ujar Presiden dalam pernyataannya.

Hotmangaradja, pria kelahiran Palembang pada 14 Oktober 1953, bukanlah sosok asing dalam dunia diplomasi. Ia pernah dipercaya menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Prancis, Andorra, Monako, serta perwakilan tetap untuk UNESCO pada periode 2014–2018. Lulusan Akademi Militer tahun 1977 ini berasal dari kecabangan infanteri, khususnya Komando Pasukan Khusus (Kopassus), dengan latar belakang kuat di bidang intelijen dan operasi. Ia juga tercatat sebagai alumni pendidikan militer khusus seperti Tab Ranger di Amerika Serikat.

Karier militernya terbilang cemerlang. Di lingkungan TNI, Hotmangaradja pernah menduduki posisi strategis, termasuk menjabat sebagai Pangdam IX/Udayana dari tahun 2008 hingga 2010. Puncak kariernya di militer adalah saat ia dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Menko Polhukam, sebelum akhirnya pensiun dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal atau jenderal bintang tiga.

Setelah memasuki masa purnabhakti, Hotmangaradja tidak lantas berhenti berkarya. Ia memimpin sebuah lembaga think tank di bidang pertahanan dan politik keamanan bernama Democracy Integrity for Peace (DIP) Institute, sekaligus dikenal sebagai salah satu perancang strategi utama Prabowo Subianto saat menjabat Menteri Pertahanan.

Dalam Kabinet Indonesia Maju di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Hotmangaradja dipercaya menduduki posisi Asisten Khusus Menteri Pertahanan Bidang Lingkungan Strategis, sejak 6 Desember 2019. Saat itu, posisi Menteri Pertahanan diemban oleh Prabowo Subianto. (ina/bfn)