DENPASAR, Balifactualnews.com – Memanasnya konflik antara Israel, Amerika Serikat dan Iran belum memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas Pekerja Migran Indonesia (PMI), khususnya awak kapal pesiar. Hal tersebut disampaikan oleh I Nengah Yasa Adi Susanto yang akrab disapa Jro Ong, pemilik perusahaan penempatan tenaga kerja PT Ratu Oceania Raya Bali.
Menurut Jro Ong, hingga saat ini arus keberangkatan maupun kepulangan PMI yang bekerja di kapal pesiar masih berjalan relatif normal. “Sampai sekarang belum ada pengaruh besar terhadap jadwal kerja maupun rotasi crew,” ujarnya.
Beberapa Jadwal Keberangkatan Sempat Diundur
Lebih lanjut, Jro Ong menjelaskan bahwa memang terdapat sejumlah penyesuaian jadwal keberangkatan di beberapa Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) di Bali. Hal ini disebabkan oleh kondisi sejumlah bandara transit internasional yang masih mengalami buka-tutup operasional.
“Memang ada beberapa keberangkatan yang sempat direschedule karena situasi di airport transit, tetapi sebagian besar sudah mendapatkan jadwal ulang,” jelasnya.
Khusus untuk penempatan tenaga kerja melalui PT Ratu Oceania Raya Bali, ia memastikan belum ada awak kapal pesiar yang dipulangkan akibat konflik tersebut. “Untuk crew kami, tidak ada yang dipulangkan karena perang. Hanya beberapa yang jadwal berangkatnya mundur, dan itu pun sudah dijadwalkan kembali,” tambahnya.
Video Viral Disalahartikan
Menanggapi beredarnya video viral di media sosial yang menunjukkan awak kapal pesiar dipulangkan ke Indonesia, Jro Ong memberikan klarifikasi. Ia menilai video tersebut kemungkinan besar disalahartikan oleh publik.
“Menurut saya, itu bukan karena perang. Kemungkinan besar itu adalah antrean crew di area khusus seperti Crew Area atau I-95 saat mereka akan menyelesaikan kontrak kerja,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut merupakan hal yang umum terjadi di kapal pesiar. Awak kapal yang akan pulang setelah kontrak berakhir (sign-off) biasanya harus mengantre untuk mengambil dokumen penting seperti paspor, buku pelaut, hingga job letter dari petugas crew purser.
“Pemandangan seperti itu sangat biasa terjadi setiap periode embarkasi dan tidak ada kaitannya dengan kondisi geopolitik saat ini,” tegasnya.
Harapan Situasi Segera Kondusif
Jro Ong mengajak semua pihak untuk turut mendoakan agar konflik di Timur Tengah segera mereda. Ia berharap kondisi global dapat kembali stabil sehingga tidak berdampak lebih luas terhadap berbagai sektor, termasuk tenaga kerja migran.
“Kita semua berharap situasi segera membaik dan konflik ini bisa cepat selesai agar tidak memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat dunia,” pungkasnya. (ger/bfn)













