KARANGASEM, Balifactualnews.com Pura Segara Rupek yang ada di Dusun Tukad Sabuh, desa Duda Utara memang dikenal angker. selain itu menurut beberapa pemedek pura tersebut memiliki aura yang luar biasa. Berbagai hal tak masuk akal kerap terjadi di dekat pura Segara Rupek. Diantanya menurut jro mangku Jati sempat ada anak anak yang melihat hamparan lautan luas di selatan Pura Segara, artinya secara niskala Pura Segara Rupek tersebut ada di pinggir pantai, namun faktanya pura tersebut malah ada di lereng Gunung Agung, beradius 6-km dari puncak kawah.
Jaman dahulu awalnya Pura Segara Rupek ini hanya sebuah pelinggih dari batu cadas yang oleh warga di dekat pura dibagun pelinggih dengan menggunakan pohon Dapdap sebagai turus lumbung. Baru belakangan ini pura Segara Rupek ini dibangun sebuah pelinggih. Ada dua pelinggih yang dibangun di pura tersebut. Keduanya menggunakan batu hitam.
Satu berupa gedong dan satunya berupa padmasana. Kedua pelinggih dengan dasar batu hitam. Pura tersebut sekarang sudah di sengker atau dibuatkan pembatas keliling dan di bagian nista mandala dibangun sebuah wantilan.
“Kalau awalnya sekali keberadaan pura ini ditemukan sekitar sekitar tahun 1966 saat itu sedang ada piodalan di Pura Pemaksan Panti Tukad Sabuh,” ujarnya.
Saat itu seorang sedaan (orang pintar) sempat kesurupan dan meminta agar Ide Bhatara yang berstana disana di buatkan pelinggih di lokasi ini dan diberinama Pura Segara Rupek. Keberadaan pura dengan nama yang sama yakni Pura Segara Rupek, di Bali sendiri Pura Segara Rupek juga ada di daerah Negara, Jembrana.
Hanya saja Pura Segara Rupek yang ada di Negara berada di dekat laut. Sementara Pura Segara Rupek yang ini malah ada di lereng Gunung Agung. Warga disekitar lereng Gunung Agung ini juga menyebutkan ada sebuah mitos kalau di dekat Purac Segara RUpek ini sempat keluar mata air yang begitu besar, namun karena ada warga yang takut dengan lintah dan tidak ingin kawasan tersebut jadi persawahan, maka mata air tersebut di tutup menggunakan gong dan di sebutkan juga gong yang dipakai menutup mata air itu adalah gong dari desa Sukaluwih.
Dan pada akhirnya mata air itupun hilang dan muncul di daerah Tauka Ababi, Karangasem. Menurut penuturan Mangku Jati, banyak pejabat yang sembahyang di pura ini. Pura ini sendiri diapit dua bukit dan juga di sisi baratnya ada tukad panti yang berhulu di Gunung Agung. Dan di sisi barat sungai ini juga ada sesuatu yang cukup ajaib. dimana dari celah celah batu keluar angin.
Saat di cek angin tersebut ternyata mengandung air atau H2O. Saat itu disebutkan juga kalau diduga ada aliran air dibawah tanah sehingga fakta ini juga sangat cocok dengan mitos yang diyakini warga sekitar. ditempat ini juga diyakini kalau mata air dulu sempat ada.
“Pura ini memang disungsung pemaksaan panti Tukad Sabuh, namun banyak warga luar yang sembahyang saat odalan,” ujarnya. Jadi pura ini juga berkaitan dengan pemaksan Tukad Sabuh.















