KARANGASEM, Blifactualnews.com—Sebanyak 147 organisasi subak yang ada di Kabupaten Karangasem digelontor pupuk hayati cair dengan volume 24.960 liter. Bantuan pupuk itu diharapkan mampu menguatkan pangan masyarakat.
Bantuan pupuk yang difasilitasi Dinas Pertanian dan Ketahatan Pangan Provinsi Bali melalui kegiatan APBN Direktorat, Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian. Kementerian Pertanian itu diserahkan secara simbolis oleh Bupati Karangasem I Gede Dana, di Balai Subak Sengkawan, Desa/Kecamatan Bebandem, Sabtu (15/7/2023).
Pada kesempatan itu, Bupati Gede Dana, mengatakan, potensi pertanian di wilayahnya cukup tinggi. Data BPS tahun 2021, menunjukkan sektor pertanian menyumbang 26,5 persen dari dari total PDRB Kabupaten Karangasem.
“Lahan pertanian di Karangasem seluas 6.176.30 Ha. Rincianyya lahan sawah seluas 7.226.95 Ha dan lahan kering seluas 54.596.07 Ha. Komoditi pertanian yang di produksi lebih didominasi sektor hortikultura, tanaman pangan, tanaman perkebunan dan peternakan,” ungkap Bupati yang dalam penyerahan bantuan pupuk cair tersebut juga dihadiri Kabid Sumber Daya Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahan Pangan Provinsi Bali, Sang Ayu Wahyuni.
Tahun ini, kata Bupati Gede Dana, hasil produksi dari tanaman pangan sebanyak 124.892,85 ton. Rinciannya, produksi padi 64.662,37 ton, jagung 7.739,69 ton, kacang tanah 3.130,59 ton, dan ubi kayu 49.360,32 ton.
Menurut Bupati Gede Dana, bantuan pupuk kepada petani sangat penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian di wilayahnya. Kendati demikian, pihaknya mengakui alokasi pupuk bersubsidi dari tahun ke tahun besarnya selalu berubah. Adanya aturan komoditi yang berhak menerima untuk alokasi pupuk bersubsidi juga dinilai sering memunculkan kelangkaan pupuk dan berimbas pada tidak maksimalnya hasil pertanian yang ada di Kabupaten Karangasem.
“Kami tidak mau tinggal diam menghadapi kondisi tersebut. Melalui Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan kami selalu berkoordinasi dengan Provinsi dan Pemerintah Pusat untuk meningkatkan kuota pupuk di Karangasem. Berkat koordinasi yang terus dibangun hari ini Pemkab Karangasem mendapatkan alokasi pupuk Hayati Cair sebanyak 24.960 liter untuk lahan seluas 6.240 hektar. Bantuan pupuk ini akan disalurkan kepada 147 subak sawah,” katanya.
Bupati Gede Dana berharap, bantuan pupuk cair tersebut selain mampu meningkatkan produksi hasil pertanian di wilayahnya, juga dapat menekan ketergantungan penggunaan pupuk kimia karena lama kelamaan dapat merusak keseimbangan ekosistem alam.
“Dengan adanya bantuan dan pemanfaatan pupuk hayati cair ini diharapkan agar unsur-unsur hara yang ada di alam atau sawah dapat dikembalikan sehingga pelestarian alam dan pembangunan pertanian yang berkelanjutan dapat diwujudkan untuk kesejahteraan masyarakat dan peningkatan pendapatan para petani,” harapnya.
Sebelumnya Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Kabupaten Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah, mengatakan, pupuk cair hayati bermanfaat untuk merangsang pertumbuhan daun, buah, biji dan umbi tanaman, serta berfungsi secara perlahan mengurangi penggunaan pupuk kimia dan meningkatkan kesuburan tanah.
“Pupuk cair hayati ini akan disebar ke 147 subak di Kabupaten Karangasem. Sasarannya Kecamatan Bebandem 16 subak, Sidemen 24 subak, Manggis 20 subak, Karangasem 41 subak, Selat 11 subak, Abang 17 subak, dan Rendang 15 subak,” paparnya Siki, seraya menyampaikan terimakasih kepada Bupati Gede Dana dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Provinsi Bali yang telah memfasilitasi bantuan pupuk hayati cair tersebut kepada petani. (tio/bfn)













