Atlet Aeromodeling Ini Tetap Berprestasi di Even Bergengsi

atlet-aeromodeling-ini-tetap-berprestasi-di-even-bergengsi
Ket Foto : Putu Alvian (tengah) saat meraih juara II di salah satu even nasional. Foto : bfn/ist
banner 120x600

DENPASAR, Balifactualnews.com – Usai lolos dari Babak Kualifikasi PON 2023 lalu, satu-satunya atlet Bali lolos PON XXI/2024 di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) yang turun di Aeromodeling nomor Drone Race, Putu Alvian dari Buleleng, ternyata terus mengoleksi prestasi di even nasional maupun internasional dengan biaya mandiri bersama Pengprov Aromodeling dan Drone Provinsi Bali.

Diakui Ketua Umum Pengprov tersebut, Sunarto Efendi, usai lolos PON 2024 Putu Alvian di bulan Oktober sampai Desember 2023 mengikuti kejuaraan aeromodelling nomor Drone Race di tiga even bergengsi baik level nasional maupun internasional. Tiga even tersebut yakni Kejuaraan Aeromodeling di Ujung Pandang dan Putu Alvian meraih juara II, selanjutnya Kejuaraan di Solo meraih juara II dan terakhir di Kejuaraan Aeromodeling level Asia di Singapura membawa pulang juara III.

“Memang Putu Alvian kami kirim ke tiga even itu dengan biaya mandiri tujuannya untuk terus mengasah kualitas tekniknya sebagai salah satu persiapan menghadapi PON 2024 sejak awal. Prestasi itu meski bukan prestasi puncak sangat membanggakan kami dan kami akan terus membina Putu Alvian agar bisa memberikan prestasi puncak di PON 2024 mendatang,” kata Sunarto Efendi ketika dihubungi, Selasa (2/1/2024).

Disebutkannya, peluang Alvian memang sangat besar dalam meraih medali di PON 2024 karena patokannya pada prestasi di even-even nasional yang diikuti. Apalagi lawan yang dihadapi juga itu-itu saja seperti di even nasional tersebut.

“Terus terang di even nasional sering sekali Putu Alvian kalah dari atlet Jawa Tengah (Jateng) yang sering juara I dan Putu Alvian kerapkali juara II dibawah Arif. Tapi selalu dengan selisih poin sangat sedikit,” terang Sunarto.
Lalu kendalanya di apa ? Dipaparkannya, memang selalu saja ada kendala di hal non teknis. Terkadang soal batere yang low bet karena kurang di cek, atau drone yang digunakan kadang juga panas sehingga berdampak saat pertandingan.

“Kendala lainnya juga karena drone yang digunakan Alvian juga kurang memadai karena drone yang sudah agak lama, dan biaya untuk membeli cukup mahal. Karena itulah kami masih menunggu bantuan peralatan dari KONI Bali. Sementara ini Putu Alvian latihan sendiri dengan menggunakan drone lama di pantai Penambangan Buleleng,” pungkasnya. (ena/bfn)