Berdoa Sebelum Salurkan Sembako, Begini Cara Satgas Gotong Royong Desa Adat Baturinggit Maknai Hari Lahirnya Pancasila

DOA BERSAMA-Satgas Gotong Royong Desa Adat Baturinggit menggelar doa bersama, memperingati hari lahirnya Pancasila. Doa dilakukan sebelum membagikan ratusan paket sembako kepada  lansia dan warga yang belum tersentuh bantuan JPS dari Pemerintah. (foto:ist)

KARANGASEM, Balifactualnews.com—Peringatan hari lahirnya Pancasila di Karangasem  Covid-19, tidak hanya dilakukan  kalangan  Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan menggelar apel bendera di Lapangan Tanah Aron, Amlapura, Kamis (1/6/20).

Peringatan serupa juga dilakukan Satgas Gotong Royong penanganan Covid-19 milik Desa Adat dengan nuansa yang cukup berbeda. Seperti dilakukan Satgas Gotong Royong Desa Adat Baturinggit, Kecamatan Kubu.  Memaknai hari lahirnya Pancasila yang jatuhnya setiap tanggal 1 Juni itu, anggota Satgas Gotong Royong menggelar doa bersama di Posko Satgas, sebelum melanjutkan tugas untuk menyebar ratusan bahan kebutuhan pokok kepada warga.

Ketua  Satgas Gotong Royong Desa Baturinggit, I Gede Putu Telantik, mengatakan, doa  yang dilakukan bersama petugas Babinsa dan Bhabinkamtibmas, sebelum akan membagikan 606 paket sembako kepada warga  yang  tidak tersentuh bantuan jaring pengaman sosial (JPS) dari Pemerintah.

“Doa bersama  yang kita lakukan sebagai bentuk syukur atas hari lahirnya Pancasila, sebagai perekat dan pemersatu bangsa dalam menjaga keutuhan NKRI,” ucap  I Gede Putu Telantik, didampingi Kelian Desa Adat Baturinggit,  I Ketut Saputra.

Dijelaskan, 606 paket sembako yang disebar itu, merupakan hasil dari donasi yang dikumpulkan selama ini dan dana semesta berencana.

“Sembako yang kita sebar ini sudah yang ketiga kalinya. Selain bersumber dari donasi warga, kebutuhan bahan pokok  ini juga  bersumber dari dana semesta berencana. Sasarannya, lansia dan warga yang belum mendapatkan bantuan  JPS dari Pemerintah,” tegas Telantik.  (tio/son/bfn)