KARANGASEM, Balifactualnews.com Suasana panas terjadi saat putaran kedua kampanye dan juga debat terbuka calon perbekel Duda Utara. Warga yang menghadiri kampanye dan juga debat pendapat yang digelar di Bala Panca Pagande, Desa Adat Karangsari ini mengadili calon perbekel dari patahana. Darmadi dari calon pertahana benar-benar disudutkan dengan pertanyaan yang diajukan oleh warganya. Bahkan kandidat lainnya juga kerap menyampaikan sindiran pada yang bersangkutan, Selasa (19/11/19).
Pertanyaan warga cukup tajam menanggapi Visi dan Misi yang disampaikan para kandidat. Warga yang hadir mengakui jika Visi dan Misi para kandidat sangat bagus. Termasuk untuk Darmadi. Namun masyarakat bertanya kemana saja selama 10 tahun jadi perbekel kok baru menyusun Visi Misi seperti ini. Meskinya saat menjabat dilaksanakan.
“Kemana bapak 10 tahun ini jadi perbekel,” ujar salah seorang warga. Warga juga menanyakan
pengunaan dana Desa dan ADD yang selama ini cuma digunakan untuk rabat beton saja. Mereka juga menanyakan siapa sebenarnya yang berwenang menggarap proyek di kedesaan apakah bisa kaur juga merangkap menjadi Pimpro seperti yang terjadi selama ini.
Kampanye tersebut dihadir oleh keempat calon kandidat, Ketua Panpel, panpel, Kaur, staf Desa, masyarakat Karangasem dan juga Bendesa Adat Karangsari Jro Made Gejer. Hadir juga perwakilan dari Camat Selat dan Pendamping Desa Ketut Antara.
Para kandidat menyampaikan Visi Misinya yang diawali dari kandidat nomor urut I, I Wayan Suharman, SE. Dilanjutkan kandidat II, I Gede Saputra Artha ST, kandidat III, I Wayan Darmadi SP dan kandidat nomor IV, Wayan Masta SH.
“Motivasi saya ingin mengabdikan diri kepada masyarakat Duda Utara,” ujar Suharman. Pihaknya juga berjanji jika terpilih akan membenahi pelayan JKN KIS dengan cepat tanpa maklar. Sementara dalam Visi Misinya pihaknya menyampaikan akan membagun Duda Utara dengan konsep Tri Tunggal Satu Cita, satu karya dan satu rasa, juga tri tungga.
Duda Utara sendiri terdiri dari enam Dusun dan tiga Desa adat yakni Desa adat Geriana Kangin, Desa adat Karangsari dan Desa adat Geriana Kauh. Selain itu Duda Utara juga ada dalam radius rawan bencana. Dirinya siap melayani masyarakat jika terjadi pengungsian, sampai masyarakat semua ngungsi barulah dirinya akan mengungsi.
“Setelah semua masyarakat mengungsi baru saya akan pergi,” ujarnya. Ini sekaligus menyindir Perbekel Patahana Wayan Darmadi yang pada saat ngungsi lalu kurang perhatian kepada warganya.
Sementara I Gede Saputra Artha menerangkan visinya untuk terwujudnya Duda Utara yang maju, sejahtra dan berdasarkan gotong royong. Pihaknya juga berjanji akan melanjutkan pembagunan insfratruktur yang belum dan akan memelihara apa yang sudah di bagun pedahulunya. Pihaknya juga siap bekerjasama dengan Dinas Pertanian untuk mengeluarkan kartu Tani.
Juga mengembangkan Desa Wisata. Yang mana potensi Duda utara cukup bagus. Geriana Kauh dengan meseum Sanghyangnya, Geriana Kangin bisa kembangkan treck karena alam persawahanya dan Karangsari dengan potensi mata air yang di sucikan dan juga pemandangana perbukitan yang indah. Sementara Wayan Darmadi dari patahana berjanji akan komit mengabdi untuk Duda Utara. Dimana membagun Desa Duda Utara dengan iklas menjadi Desa Mandiri.














