KARANGASEM, Balifactualnews.com– Konstelasi politik di Karangasem mulai menghangat, menjelang pelaksanaan Pilkada, 27 November mendatang. Meningginya tensi politik di gumi lahar ini dipicu nama sekretaris DPD Golkar Karangasem, I Nengah Sumardi, masuk dalam daftar dukungan paket Karisma (Kari Subali-Ismaya Jaya), yang maju menjadi pasangan bakal calon Bupati dan bakal calon Wakil Bupati dari independen.
Sumardi tidak terima dengan kondisi itu. Alasannya selain memang tidak pernah membuat pernyataan dukungan untuk calon perseorangan, politisi asal Banjar Kereteg, Desa Sibetan, Bebandem, saat ini sedang berproses dalam penjaringan bakal calon Bupati Karangasem di internal partainya.
“Saya agak kaget juga, tiba-tiba didatangi beberapa petugas KPU Karangasem. Katanya mau melaksanakan verifikasi faktual calon independen karena nama saya muncul dalam daftar dukungan,” kata pria yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Karangasem, Rabu (26/6).
Munculnya nama Sumardi dalam daftar dukungan calon independen, kontan membuat heboh konstelasi perpolitikan di Karangasem. “Saya jadi bingung dari mana mereka bisa mendapatkan KTP hingga bisa memasukan ke dalam berkas dukungan bakal calon independen itu. Padahal selama ini saya tidak pernah memberikan atau dimintai KTP untuk dukungan tersebut,” jelas Sumardi.
Sekadar diketahui, Sumardi yang digadang-gadang maju dalam Pilkada Karangasem mendatang. Selain sudah mengikuti proses penjaringan di internal partainya, dia juga telah mendaftar bakal calon Bupati ke Partai Nasdem dan Partai Demokrat.
“Saya sempat tanyakan hal ini ke petugas KPU, mereka juga mengaku bingung. Bahkan dari verifikasi yang sudah dilakukan, banyak masyarakat mengaku tidak tahu-menahu soal dukungan itu,” ucap Sumardi.
Dikonfirmasi terpisah, , Divisi Teknis dan Penyelenggaraan KPU Karangasem, Wayan Suartika, tak menampik hal itu. Dia membenarkan bahwa petugas mendatangi kediaman Nengah Sumardi untuk melakukan Verfak dukungan calon independen. Hanya saja mengenai hasil verfak dia mengaku tidak tahu karena datanya masih dipegang PPS.
“PPK juga menyampaikan hal itu. Tapi kami belum tahu apakah Pak Sumardi mendukung atau tidak. Saya masih koordinasi dengan PPS untuk mengecek kepastian dukungan tersebut,” ucap Suartika. (tio/bfn)













