Jemput Anak Jadi PMI, Pebekel Amerta Bhuana Isolasi Mandiri Kadus Abiantiing

SEMPROTKAN DISINFECTANT-Perbekel Desa Amerta Bhuana, I Wayan Suara Arsana menyemprotkan disinfectant  pada baju dan sandal yang dikenakan I Komang Tinggal,  sebelum menjalani isolasi mendiri selama 14 hari di rumahnya. (foto: ist)  

KARANGASEM Balifactualnews.com — Aparat Desa Amerta Bhuana, Kecamatan Selat, Karangasem, mengambil langkah sigap  dalam melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayahnya. Selain   terus melakukan isolasi mandiri  kepada warga PMI yang baru datang dari luar negeri, aparat Desa setempat juga telah  mengisolasi  seorang kepala Dusun karena ikut menjemput anaknya  yang baru datang dari luar negeri.

Perbekel Desa  Amerta Bhuana,  I Wayan Suara Arsana , dikonfirmasi, Kamis (16/4/20) membenarkan hal itu. Dia mengatakan, isolasi mandiri terhadap warga yang sempat melakukan kontak dengan PMI wajib dilakukan, guna mengurangi resiko yang lebih besar.

“Ya,  kita sedang mengisolasi Pak Komang Tinggal. Bliau Kepala Dusun Abiantiing. Saat ini sudah seminggu menjalani isolasi mandiri di rumahnya,” ucap perbekel  yang juga mantan wartawan itu.

Dijelaskan,  isolasi mandiri terhadap  Kadus Abiantiing itu, SOP nya sama dengan isolasi yang sudah dilakukan warga PMI.  Selain terus mendapatkan pengawasan dari Satgas Gotong Royong Pencegahan Covid-19 Desa Amerta Bhuana, yang bersangkutan juga terus mendapatkan pemantauan dari pihak Puskesmas Selat.

“Astungkara sudah sepekan isolasi berjalan, kondisi Pak  Komang Tinggal masih tetap baik-baik saja. Isolasi masih tersisa  satu minggu lagi,  saya pribadi selalu berdoa agar beliau dan keluarga serta semua PMI yang sudah kita isolasi tetap dilindungi kesehatan,” jelas Suara Arsana.

Dijelaskan, isolasi mandiri  terhadap Kadus Abiantiing itu dilakukan, menyusul 9 April  lalu, Komang Tinggal ikut menjemput anaknya yang baru datang dari Amerika di Bandara Ngurah Rai Denpasar. Anak Tinggal  sudah di isolasi duluan karena dia  sebagai PMI yang bekerja di Kapal Pesiar Royal Amerika.

Menyadari ada kontak dengan sang anak dan pemahaman yang diberikan Satgas Gotong Royong Pencegahan Covid-19 di Desanya, tinggal  akhirnya bersedia melakukan isolasi mandiri di rumahnya.  (tio/son/bfn)