Kejuaraan Jadi Kendala Utama Tim Balap Sepeda PON Bali

kejuaraan-jadi-kendala-utama-tim-balap-sepeda-pon-bali
banner 120x600

DENPASAR, Balifactualnews.com – Minimnya kejuaraan skala nasional atau even balap sepeda kini menjadi momok kendala bagi Tim Balap Sepeda PON Bali yang dihuni 7 atlet balap sepeda terdiri dari 5 atlet putra dan 2 atlet putri. Padahal mengikuti even atau kejuaraan nasional sangat penting untuk mengukur perkembangan hasil latihan para atlet balap sepeda PON Bali di kabupaten/kota masing-masing atau dengan latihan bersama.
Hal itu diungkapkan Binpres Bidang Road Bike Pengprov ISSI Bali. I Ketut Sudayasa. Diakuinya, untuk cabor sepeda untuk even nasional sangat jarang digelar utamanya di Pulau Jawa. Sementara di Bali sendiri hampir tidak ada.

“Semua itu jadi kendala utama kami disamping kendala peralatan pastinya. Jika tidak ada even nasional maka para atlet kami kesulitan untuk bisa menambah jam terbang, termasuk mengukur kemampuan dengan para atlet balap sepeda provinsi lainnya. Padahal kami butuh even level nasional meski jenisnya berbeda. Kalau 7 atlet kami lolos untuk dua kategori yakni cross country dan road bike,” tutur Ketut Sudayasa saat dihubungi, Rabu (10/1/2024).

Guna mensiasati semua itu, dirinya sementara ini mengembalikan 7 atlet sepeda PON Bali itu untuk latihannya ke Pengkab/Pengkot ISSI masing-masing. Nantinya saat latihan bersama baru akan dipanggil lagi dan setelah itu dikembalikan lagi ke Pnegkab/Pengkot tersebut. Hal itu juga sambil menunggu kepastian Pelatda KONI Bali.

“Hanya dengan mensiasati seperti maka latihan juga dilakukan di trek yang agak berat seperti laihan menuju Kintamani, Bedugul maupun ke Karangasem. Jadi latihannya kini sifatnya ya seperti latihan fisik dengan tujuan meningkatkan kebugaran atlet kami dulu,” jelas Ketut Sudayasa.

Kendati demikian, Bali dijelaskan pria yang juga Sekretaris Umum (Sekum) Pengkab ISSI Tabanan itu, setidaknya tim sepeda PON Bali memancang target sementara meraih 1 medali emas di PON 2023 melalui atlet sepeda putri Denpasar yang juga merupakan anak didik Ketut Sudayasa sendiri awalnya yakni, Sayu Bella Sukma Dewi.

“Sayu Bella memang awalnya anak asuh saya bersepeda dan meraih medali emas pada SEA Games di Kamboja tahun 2023 lalu, di nomor Cross Country Olympic (XCO) dan nomor Cross Country Relay (XCR). Itulah taget kami sementara disamping target di atlet sepeda kami lainnya,” tandasnya. (ena/bfn)