Perangi Covid-19, Mahasiswa Hindu Karangasem Lanjutkan Misi Kemanusiaan

 

BANTUAN MASKER-Direktur RS Bali Med I Made Suranten (tengah baju putih) menerima bantuan 1000 pieces masker dari PC KMHDI Karangasem.

KARANGASEM Balifactualnews.com — Mahasiswa Hindu di Karangasem  yang terhimpun dalam PC KMHDI, terus bergerak membantu pemerintah  dalam meretas pandemi Cobid-19, yang semakin mewabah di tanah air. Setelah menggelontorkan bantuan 1000 pieces masker ke RSUD Karangasem,  bantuan yang sama juga dilakukan ke Rumah Sakit Bali Med,  Karangasem yang berlokasi di jalan Nenas, Bebandem.

Ketua PC KMHDI Karangasem, Putri Cahyaningsih mengatakan,  bantuan tersebut sebagai bentuk kepeduliannya  untuk membantu pemerintah dalam melawan wabah virus corona.

“Selain  merupakan kepedu;oan kami untuk  bersama melawan corona, juga sebagai bentuk keprihatinan kami atas krisis masker yang  terjadi di rumah sakit termasuk juga rumah sakit Bali Med,” ucap Putri Cahyaningsih, di sela-sela penyerahan bantuan masker tersebut, Senin (6/4/20).

Bantuan masker tersebut diterima  langsung Direktur RS Bali Med, I Nengah Suranten MM, beserta staff humas, disaksikan Kader PD KMHDI Bali, I Wayan Sukada. Sedangkan dari pihak PC KMHDI sendiri, selain Putri Cahyaningsih, juga hadir  I Kadek Putu Alit (sekretaris), I Gede Suarjana (Kader  bidang organisasi) dan I Gede Cedur Bimarjuna.

“Bantuan ini bersumber dari sumbangan KMHDI se-Indonesia dan orang lain ketika erupsi Gunung Agung yang lalu. Kami berharap, bantuan ini bisa bermanfaat bagi Tenaga medis, staff  beserta pasien yang dirawat disana,” ucap Cahyaning.

Di pihak lain, Direktur RS Bali Med, I Nengah Suranten, sangat mengapresiasi bantuan yang disalurkan para mahasiswa Hindu tersebut. “Kami berharap PC KMHDI Karangasem bisa terlibat untuk menggetok tularkan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan di masyarakat,” harapnya.

Pada kesempatan itu Suranten juga menyampaikan kebijakan  yang dimiliki  manajemen RS Bali Med dalam upaya pencegahan Virus Covid-19, diantaranya penunggu pasien rawat inap, rawat jalan dan IGD dibatasi hanya 1 orang,  meniadakan jam besuk pasien,  dan semua penunggu pasien, dokter dan karyawan wajib melakukan Hand Hygiene (cuci tangan) sebelum masuk dan keluar gedung Rumah Sakit Bali Med.

“Kebijakan ini sudah kami keluarkan sejak 17 Maret 2020 dan berlaku sampai batas waktu yang akan diumumkan kemudian,” tegas Made Srinten. (tio/son/bfn).