Perumda Tirta Tohlangkir Jawab Tudingan Sesat

Anggaran Penyertaan Modal ke  PDAM Murni untuk Revitalisasi Jaringan Rusak

perumda-tirta-tohlangkir-jawab-tudingan-sesat
Direktur Perumda Tirta Tohlangkir, I Komang Haryadi Parwata (kanan) dan Asisten II Setda Karangasem Ida Bagus Suastika saat rapat kerja bersama Pansus II DPRD Karangasem

KARANGASEM, Balifactualnews.com—Penyertaan modal Pemkab Karangasem sebesar Rp1,5 miliar ke PDAM (Perumda Tirta Tohlangkir)  yang sudah disepakati lembaga Dewan, dipastikan untuk melakukan revitalisasi jaringan PDAM yang rusak. Kepastian itu terungkap dalam rapat kerja Pansus II DPRD Karangasem yang dipimpin I Nyoman Mardana Wimbawa di ruang Bamus, Selasa (1/11/2022)

Rapat Pansus II  sejatinya  untuk mendengarkan penyampaian hasil fasilitasi  tiga perda penyertaan modal (Penyertaan modal Jam Krida, PDAM dan PT Bank BPD Bali), dari eksekutif yang dipimpin Asisten III Setda Karangasem, Ida Bagus Suastika didampingi Kepala BPKAD I Wayan Ardika dan Direktur Perumda Tirta Tohlangkir, I Komang Haryadi Parwata.

Terkait hasil fasilitasi tiga perda tersebut, Asisten III, IB Suastika, menyampaikan, bahwa koreksi yang dilakukan pihak Pemprov Bali tidak terlalu prinsif. “Secara keseluruhan sudah bisa diterima, hanya ada kesalahan ketik dan penempatan kalimat saja,” sebut IB Suastika.

Sementara itu, menyangkut  penyertaan modal   ke Perumda Tirta Tohlangkir,  Pansus II mempertanyakan kegunaan uang tersebut, pasalnya ada suara sumbang, bahwa   penyertaan modal Pemkab Karangasem ke PDAM sebesar Rp1,5 miliar  akan digunakan untuk sambungan air minum  untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Terhadap pertanyaan Pansus II tersebut, Direktur Perumda Tirta Tohlangkir I Komang  Haryadi Parwata, buru-buru menangkisnya. Dia mengatakan, isu liar itu sangat  menyesatkan. Pasalnya sambungan MBR itu merupakan program pusat dan tidak ada kaitannya dengan dana penyertaan modal yang diterimanya dari Pemkab Karangasem  tersebut.

“Kami pastikan penyertaan modal  ke PDAM sebesar Rp 1,5 miliar untuk memperbaiki jaringan PDAM yang rusak dan bukan untuk  sambungan air minum untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” tergas Haryadi Parwata. (tio/bfn)