KARANGASEM, Bali Factual News–Di tengah khusyuknya Umat Hindu di Karangasem melaksanakan persembahyangan Hari Raya Kuningan, Sabtu (9/3/2024), musibah menimpa I Gde Karsa. Saat dia bersama keluarganya keluar rumah untuk sembahyang, rumahnya ludes terbakar.
Kendati tidak ada korban jiwa dalam musibah itu, namun kerugian yang dimunculkan mencapai ratusan juta. Selain melahap barang berharga yang berada di dalam rumah, uang tunai milik Karsa yang disimpan di lemari kamarnya juga ikut terbakar.
Musibah kebakaran yang menimpa rumah Sukra, pertama kali diketahui I Nengah Seridana. Saat kejadian dia kebetulan sedang berada di rumahnya dan mendengar suara ledakan dari rumah korban. Saat dicek ternyata api sudah berkobar di rumah tetangganya.
Mendapati api berkobar membakar rumah korban, Seridana kemudian berteriak minta tolong kepada warga sekitar untuk membantu memadamkan api dengan alat seadanya. Di tengah kepanikan itu, salah seorang warga juga melapor ke Kantor Damkar Karangasem agar cepat memberikan penanganan.
“Saat kejadian rumah dalam keadan sepi, seluruh penghuninya pergi melakukan persembahyangan Hari Raya Kuningan,” kata kelian Banjar Pangleg I wayan Sudira.
Sudira menjelaskan, lokasi rumah korban yang tidak bisa dilalui mobil Damkar membuat upaya pemadaman dilakukan secara manual oleh warga sekitar.
Api berhasil dipadamkan, namun semua barang berharga yang berada di dalam rumah, seperti laptop, kulkas, TV, surat-surat berharga, perhiasan hingga uang tunai Rp 14,5 juta satupun tak ada yang bisa diselamatkan. Total kerugian yang dimunculkan akibat musibah itu mencapai Rp 150 juta.
“Kemungkinan kebakaran ini disebabkan karena terjadi korsleting listrik di rumah korban. Tapi ini baru sebatas dugaan saja, untuk kepastiannya saya tidak tahu,” jelas Sudira.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran I Made Agus Budiyasa, membenarkan kejadian itu. Dia mengatakan, personilnya tidak bisa melakukan penanganan karena lokasi rumah korban sulit dijangkau mobil Damkar. “Informasinya sih begitu, tapi peristiwa kebakaran yang terjadi tidak dilaporkan ke Pos Pemadam Kebakaran,” pungkas Agus Budiasa. (tio/bfn)













